Veda Ega Pratama kembali berhasil memenangkan Red Bull Rookies Cup 2025 di Seri Sachsenring, Jerman. (RBRC)
JawaPos.com - Balapan final Veda Ega Pratama dalam mengemban misi juara Red Bull Rookies Cup 2025 di Grand Prix (GP) San Marino akan dimulai malam ini. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi pembalap asal Gunung Kidul itu bila ingin mengunci gelar juara.
Peluang Veda Ega untuk menjadi juara Red Bull Rookies Cup 2025 terbuka lebar. Pembalap berusia 16 tahun itu saat ini menempati posisi kedua klasemen dengan 170 poin.
Veda Ega hanya terpaut 21 angka dari Brian Uriarte (Spanyol), yang memuncaki klasemen sementara Red Bull Rookies Cup 2025. Ia juga cuma unggul lima angka dari Hakim Danish (Malaysia), yang juga salah satu rivalnya.
Nah, penentuan juara Red Bull Rookies Cup 2025 akan didapat pada pekan ini. Grand Prix (GP) San Marino menjadi seri ketujuh alias seri terakhir musim ini. Veda Ega akan bersaing dengan Brian Uriarte dan Hakim Danish dalam dua balapan di Sirkuit San Marino, Sabtu (13/9) malam pukul 21.50 WIB dan Minggu (14/9) siang pukul 13.35 WIB.
Dalam dua balapan tersebut, Veda Ega dipastikan akan start alias memulai balapan dari P2. Dia di belakang Brian Uriarte yang bakal start terdepan dalam Red Bull Rookies Cup San Marino 2025.
Berada di belakang Brian jelas tantangan berat untuk Veda Ega. Apalagi, keduanya terlibat dalam persaingan sengit untuk jadi juara Red Bull Rookies Cup 2025. Nah, untuk menyalip Brian di puncak, Veda Ega harus memenuhi sejumlah syarat dalam dua balapan di San Marino.
Skenario paling sederhana adalah Veda Ega harus memenangkan dua balapan di San Marino. Di sisi lain, dia harus berharap agar Brian Uriarte tidak finish kedua dalam balapan sisa. Pasalnya, perolehan poin Brian Uriarte akan tetap ada di atas Veda.
Untuk diketahui, pemenang balapan berhak mendapatkan 25 poin, sedangkan posisi kedua dapat 20 poin. Jika Veda Ega menyapu bersih dua balapan sisa dengan kemenangan, maka dia dapat 50 poin dan nilainya jadi 220 poin. Sementara Brian Uriarte seandainya dua kali finish di posisi kedua, maka berhak dapat 40 poin dan nilai akhirnya jadi 231 poin.
Artinya, skenario paling memungkinkan untuk diraih oleh Veda Ega adalah memenangkan dua balapan sisa sehingga nilai akhir 220 poin, sembari berharap Brian Uriarte tidak dapat poin lebih dari 29 angka dalam dua balapan.
Contoh paling sederhana adalah Veda Ega harus berharap agar Brian Uriarte hanya sekali finish runner-up, lalu di balapan lainnya duduk di urutan kedelapan (8 poin). Sehingga poin akhir Uriarte nantinya hanya 219 poin.
Opsi skenario lain saat Veda Ega menyabet gelar di dua balapan akhir di San Marino adalah Brian Uriarte menempati urutan ketiga dan keempat dalam dua balapan di San Marino.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
