Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 20.32 WIB

Selain Tren, Gen Z Indonesia Jadikan Fun Run sebagai Eksistensi Digital

Sesi lari pagi (fun run) sejauh 5 KM yang di kawasan SCBD, Jakarta.

JawaPos.com Jogging menjadi salah satu olahraga yang populer di kalangan Gen Z terutama di Indonesia. Bukan sekadar olahraga murah, lari sudah menjadi gaya hidup yang di dalamnya terdapat beberapa aspek, seperti kesehatan hingga eksistensi di media sosial. 

Fenomena ini sangat menarik karena Gen Z menjadi kelompok yang paling dominan dalam tren itu. Dalam sebuah survei GenVoice (2025) disebutkan, 69 persen Gen Z di Indonesia lebih sering membagikan kegiatan lari di media sosial. Gen Z juga mendominasi event-event lari besar, seperti fun run, half marathon, trail run hingga marathon yang diadakan di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Bali hingga luar negeri. 

Lari sebagai Ruang Ekspresi dan Komunitas 

Lari bagi Gen Z di Indonesia mengalami perubahan makna. Bagi mereka lari menjadi salah satu olahraga alternatif disela-sela kesibukan untuk menjaga kebugaran sekaligus untuk mengurangi stres akibat rutinitas pekerjaan.  

Beberapa Gen Z juga menjadikan olahraga lari sebagai ruang untuk bersosialisasi untuk memperluas relasi atau menambah pertemanan baru. Selain itu, fenomena lari dijadikan sebagai gaya hidup urban untuk menambah eksistensi diri dengan dukungan outfit stylish dan dokumentasi estetik di media sosial. 

Meski olahraga yang sederhana ini sudah lama populer, tren lari sebagai gaya hidup di kalangan Gen Z ini mulai menguat sejak 2022 dan mengalami kenaikan pada 2023-2025. Fenomena ini salah satunya dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran kesehatan pascapandemi yang membuat maraknya fun run dengan konsep hiburan, serta hadirnya platform digital seperti Strava dan media sosial seperti Instagram dan Tik-tok yang bisa membagikan momen aktivitas lari dalam bentuk konten foto atau video. 

Tren yang Menguat Pascapandemi 

Ada anggapan bahwa pandemi menjadi pemicu utama lonjakan olahraga lari. Menurut Crish Brasher, jurnalis olahraga asal Inggris, hal itu baru benar-benar terjadi pada 2023. Meski demikian, Covid-19 tetap memberi peran penting. 

“Sebelumnya, banyak orang terbiasa pergi ke kantor lima hari dalam seminggu dan mendapatkan ruang bersosialisasi dari pekerjaan. Kini, sebagian besar kohesi itu hilang dan akhirnya digantikan dengan kebutuhan untuk berkumpul dalam komunitas yang disukai. Olahraga lari kemudian menjadi pilihan karena menawarkan banyak komunitas yang beragam”, ujarnya. 

Manfaat Kesehatan dan Mental 

Ada beberapa hal yang membuat tren lari semakin diminati oleh Gen Z seperti akses yang mudah dijangkau dan bisa dilakukan kapan saja tanpa peralatan mahal. Manfaat bagi kesehatan terutama meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi stress, dan untuk mendukung kesehatan mental. Selain itu, hal yang membuat tren ini banyak digemari karena adanya ajang pembuktian diri melalui beberapa platform media sosial seperti Instagram, Tiktok dan lain-lain. 

Lebih dari Sekadar Olahraga 

Fenomena lari di kalangan Gen Z Indonesia menggambarkan perubahan cara pandang anak muda terhadap olahraga. Lari dipandang sebagai gaya hidup yang menyatukan kesehatan, komunitas, dan ekspresi diri. Dari fun run hingga marathon, dari dokumentasi digital hingga interaksi sosial, olahraga ini terus berkembang seiring dengan kebutuhan generasi baru untuk sehat sekaligus tetap eksis.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore