
Fajar/Fikri telah ditetapkan sebagai pasangan baru ganda putra Pelatnas PBSI setelah Kejuaraan Dunia 2025. (FOTO: Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Duet ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menyadari beban menanti dirinya pasca dipatenkan sebagai pasangan tetap. Tapi mereka berjanji akan menyiapkan strategi baru agar tetap menyala lagi.
Fajar/Fikri menunjukkan penampilan apik dan juga hasil yang membanggakan saat dipasangkan sebagai pasangan dadakan. Dalam penampilan perdananya di Japan Open 2025, mereka mampu melangkah babak perempat final pada pertengahan Juli lalu.
Kemudian pada turnamen berikutnya, yakni China Open, Fajar/Fikri berhasil menduduki podium tertinggi dan menjadi juara. Mereka menumbangkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 21-15 dan 21-14 untuk merengkuh gelar Super 1000.
Fajar/Fikri mengakui bahwa keberhasilan mereka dapat hasil apik di dua turnamen berbeda, termasuk jadi juara dikarenakan tak ada beban yang dirasakan dalam bertanding. Keduanya hanya fokus memberikan yang terbaik.
"Ya, yang pasti kemarin tuh di Jepang dan China kami bermain tanpa beban ya, karena bukan pasangan asli dan juga tidak ditargetkan. Mungkin juga jadi hanya mengisi waktu yang kosong, makanya kami bisa bermain lebih santai dan menikmati," ucap Fajar di Pelatnas PBSI, Rabu (6/8).
Penampilan apik itu membuat Fajar/Fikri seketika ditetapkan sebagai pasangan baru oleh pelatih Antonius Budi Ariantho dan PBSI. Duet mereka dilanjutkan mulai September, tepat setelah Kejuaraan Dunia 2025.
Fajar/Fikri didaftarkan untuk dua turnamen elite. Yakni China Masters 2025 (BWF World Tour Super 750) dan Korea Open 2025 (BWF World Tour Super 500).
Keberhasilan yang diraih Fajar/Fikri dalam dua turnamen terakhir ternyata justru membuat beban dan harapan makin tinggi untuk pasangan tersebut. Fajar menyadari hal tersebut dan mengaku bahwa mereka perlu mempersiapkan diri lebih baik lagi ke depannya.
"Tapi berbeda dengan mungkin China Masters ini dan Korea karena semua berharap lebih, pasti seperti itu. Pasti beban itu ada tapi bagaimana kami bisa menyikapinya seperti apa," terang Fajar.
Selain beban, Fajar juga yakin bahwa pasangan-pasangan top dunia akan lebih memerhatikan mereka. Permainan Fajar/Fikri akan lebih dipelajari oleh rival-rivalnya.
Tapi Fajar enggan terlalu khawatir. Dia menyebut dirinya dan Fikri sudah siap menghadapi itu dan berjanji akan mencari cara agar bisa tetap maksimal serta dapat hasil bagus lagi di China Masters 2025 dan Korea Open 2025.
"Yang pasti kami berdua pasti dipelajari sama lawan-lawan luar negeri bagaimana pola permainan kami," ungkap Fajar.
"Ya kami pengen meningkatkan dalam segi power khususnya karena kami juga memang menyadari bahwa kami bukan tipikal yang pemain yang bisa bermain dengan pola kencang ya jadi memang kami pengen kami berdua dari kami berdua pengen lebih meskipun tidak kencang, kami ingin lebih tahan aja," pungkasnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
