
Peserta Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII.
JawaPos.com – Meski Nusa Tenggara Barat (NTB) baru pertama kali menggelar multi event nasional, namun Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII yang digelar di 36 venue di tujuh Kabupaten/Kotamandya di NTB mulai 26 Juli 2025 hingga 1 Agustus 2025 mampu memuaskan penggiat olahraga masyarakat.
Pengakuan itu disampaikan salah satu offisial Kontingen KORMI Kalimantan Timur (Kaltim), Rahmat, offsial Kontingen KORMI Kalimantan Selatan (Kalsel) Hasan pelatih ketapel Papua Tengah Hendrik Tamher yang ditemui di tempat pertandingan cabang olahraga tradisional di lingkungan Kantor Bupati Lombok Barat, NTB, Rabu (30/7/2025).
“Kita puas dengan pelayanan panitia lokal. Baik masalah transportasi maupun masalah makanan. Bukan hanya datang sesuai jadwal tetapi menu makanan yang disajikan juga beragam,” kata Rahmat yang ditemui saat meneduh di mobil angkutan Kontingen KORMI Kaltim.
Apa yang disebut Rahmat ini juga diamini Hendrik Tamher yang baru pertama kali terlibat dalam FORNAS. “Makanan memang tidak pernah terlambat dan menunya juga bagus. Masyarakatnya juga ramah. Dan, kami merasa nyaman selama di sini,” timpalnya.
Keterangan Hendrik Taher ini dibenarkan Sarah, mahasiswa Universitas Politeknik Bali yang memanfaatkan liburan kuliah untuk memperkuat Kontingen KORMI Papua Tengah. “Ya, makanannya memang datang sebelum waktunya. Kami senang bisa berlomba di sini,” kata Sarah yang mengaku sempat menekuni olahraga angkat besi.
Sementara itu, Hasan juga mengaku tidak mempermasalahkan tempat pertandingan untuk Perkumpulan Pelestarian Olahraga Tradisional Indonesia (Portina).
“Tak ada masalah. Tempat pertandingan cabang olahraga tradisional sudah sesuai standar,” ujarnya.
Meski pertandingan cabang olahraga tradisional yang dimainkan di lingkungan Kantor Bupati Lombok Barat itu sempat terhenti karena hujan.
Tetapi, ratusan penggiat dan pendukung tetap bertahan menunggu hujan reda sehingga bisa kembali mengikuti pertandingan.
Bukan hanya terlihat kearakban di antara mereka. Tetapi, teriakan dukungan dan tawa lepas terdengar tatkala mereka menyaksikan salah satu penggiat gebuk bantal terjatuh karena pukulannya meleset.
Di lokasi ini, bukan hanya Gebuk Bantal, tetapi ada Lomba Terompa Panjang, Lari Balok, Tarik Tambang, Enggrang, Dagongan, pencak silat tradisional, dan Hadang (Gerobak Sodor).

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
