
Pembalap Mercedes Kimi Antonelli finis di posisi tiga GP Kanada (15/6) dan meraih podium perdana di Formula 1 (Dok. f1)
Jawapos.com - Penampilan rookie Formula 1 yang membalap untuk Mercedes, Kimi Antonelli, mendapat sorotan. Pembalap muda itu dinilai masih jauh dari ekspektasi yang dibebankan padanya sejak ia dipromosikan awal musim ini.
Pundit F1, Jolyon Palmer, melempar kritik dan menilai Kimi Antonelli sebenarnya memiliki potensi untuk mendapat hasil yang lebih baik daripada yang ia dapatkan saat ini.
Palmer menyebut pemuda 18 tahun itu harus menyadari bahwa di tim, ia tengah bersaing dengan George Russell, salah satu pembalap terbaik yang ada di grid saat ini.
"Anda akan bersaing dengan seseorang yang dapat menjadi juara dengan mobil yang tepat, dia yang baru saja mengalahkan Lewis Hamilton," ucap Palmer seperti dikutip dari Crash, Rabu (23/7).
Saat ini, Kimi Antonelli tengah duduk di peringkat tujuh dengan capaian 63 poin. Berada tiga baris di bawah rekan setimnya, George Russell, yang bercokol di posisi empat dengan 147 poin.
Kendati penampilannya dinilai belum cukup memuaskan, Antonelli merupakan pemuncak di klasemen Rookie. Ia melakukan 12 start dan berhasil mencapai finis sebanyak delapan kali.
Empat balapan sisanya tidak berhasil ia selesaikan karena alasan yang beragam. Pencapaian terbaiknya adalah ketika Kimi berhasil merebut posisi tiga di seri GP Kanada (15/6) lalu. Ini merupakan podium pertamanya sebagai pembalap F1.
Kimi Antonelli merupakan nama yang menyita banyak perhatian di awal musim ini. Pasalnya, pembalap yang baru saja menyelesaikan studi formalnya itu dipromosikan oleh tim Mercedes untuk mengisi kursi juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton, yang menyebrang ke Ferrari.
Antonelli yang baru satu musim membalap di Formula 2 dirasa memiliki bakat besar untuk berkembang di level tertinggi. Setelah melakukan serangkaian uji coba kelayakan, Mercedes akhirnya resmi memperkenalkan Kimi sebagai pembalap kedua mereka musim ini.
Digadang-gadang sebagai masa depan bagi tim yang berbasis di Brackley, Inggris itu, Kimi sempat menggebrak dengan finis di posisi empat pada seri pembuka di GP Australia (16/3).
Namun, performanya terus menurun, terutama pada balapan yang terselenggara di bulan Mei hingga Juli. Bahkan pada dua seri balapan terakhir di Austria (29/6) dan Britania Raya (6/7), dirinya tidak berhasil mencapai garis finis.
Kendati demikian, Palmer berpandangan Kimi hanya perlu diberi waktu untuk berkembang, sebab talentanya tampak sangat nyata.
"Saya rasa kita semua berharap lebih dari bakat yang luar biasa ini, tetapi dia tidak buruk dan telah menunjukkan secercah bakat yang nyata. Saya rasa itu yang terpenting," terang Palmer.
Di tengah tekanan yang besar untuknya, Kimi dapat kembali membuktikkan kualitasnya dalam balapan yang akan tergelar akhir pekan nanti pada seri Belgia.
Kontrak pembalap Italia itu akan berakhir akhir musim nanti. Teka-teki kebersamaannya dengan konstruktor asal Jerman ini masih menjadi pertanyaan.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
