
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto berhadapan dengan ganda putra Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae dalam babak semifinal Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/6/2025). (D
JawaPos.com - Persaingan ganda putra yang merata menjadi salah satu alasan sulitnya wakil Pelatnas meraih podium tertinggi. Sepanjang 2025 ini, ganda putra belum meraih gelar juara.
Pelatih ganda putra Antonius Budi Ariantho menuturkan, siapapun unggulan di ganda putra bisa dikalahkan dengan yang non unggulan.
"Jadi memang persiapannya harus benar-benar matang banget ya. Apalagi kalau main di level Super 750 dan 1000. Persiapannya harus benar-benar matang," katanya.
Anton-sapaannya-tak menampik selama ini masih ada kekurangan dari sisi permainan. Mulai dari bertahan, serangan, hingga rotasi.
"Nah itu kan kami proses, jadi kami juga semakin membaik sekarang ini. Ya mudah-mudahan ke depannya ya lebih baik dari yang dari awal Januari sampai Juni ini," ujarnya.
Juru tatik dari PB Djarum itu menegaskan kendala utama lebih di teknis. Sedangkan non teknis dianggapnya tidak begitu bermasalah. Apalagi pemain ganda putra yang ada sudah cukup lama di Pelatnas.
"Kalau mental sih saya rasa oke. Tapi di persiapan pertandingan itu penting ya, itu harus benar-benar harus siap. Dari segi teknik, fisik, apapun harus siap," tegasnya.
Karenaya, salah satu program yang divelauasi ataupun penguatan adalah, aspek fisik yang berkaitan dengan power endurance.
"Itu sudah semakin meningkat ya sekarang," paparnya.
Anton menyebutkan bahwa target utama ganda putra adalah Kejuaraan Dunia yang berlangsung pada 25-31 Agutus. Namun, sebelum itu, dia ingin ada prestasi di Japan Open Super 750 (15-20 Juli) dan China Open super 1000 (22-27 Juli).
"Di Jepang, dan Tiongkok juga kami harus yang terbaik lah ya, mudah-mudahan bisa," harapnya.
Di Japan Open, salah satu yang ditunggu adalah duet baru Fajar Alfian/M Shohibul Fikri. Anton menyebutkan pasangan ini cukup struggle dari awal karena bukan dari unggulan.
Apalagi, langsung menghadapi sesama wakil Indonesia Sabar Karyaman Gutama/M Reza Pahlevi Isfahani yang notabene runner up Indonesia Open 2025.
"Saya rasa sih sudah siap juga. Secara individu dia udah siap, memang awal dia kan baru dipasangin. Mungkin ada agak sedikit rotasi-rotasinya, tapi selama persiapan ini saya rasa sih bisa lah," sebut Anton.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
