
Triple Crown dalam dunia olahraga pacuan kuda hanya pernah dua kali terjadi di Indonesia dan terakhir tercipta pada 2014. (Dok. Sargaco)
JawaPos.com - Triple Crown menjadi salah satu istilah dalam olahraga berkuda sekaligus pencapaian bersejarah nan langka. Di Indonesia, prestasi ini baru bisa diraih oleh dua kuda sepanjang sejarah Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI).
Dalam dunia pacuan kuda, Triple Crown bukan sekadar tiga kemenangan berturut-turut. Melainkan sebuah simbol keunggulan mutlak dan mahkota yang hanya bisa disematkan kepada kuda-kuda terbaik yang pernah menginjak lintasan, ditunggangi joki-joki dengan intuisi luar biasa, dan dipoles tim pelatih dengan nyali besar, serta presisi strategi tingkat tinggi.
Istilah Triple Crown bisa didefinisikan sebagai tiga balapan besar dalam satu musim, yang harus dimenangkan seekor kuda pacu berusia tiga tahun. Karena itu, tiap kuda hanya punya satu peluang seumur hidup untuk mengejarnya, tidak bisa memperoleh lebih cepat, tidak juga ada musim kedua atau ulangan.
Setidaknya ada tiga faktor yang membuat meraih Triple Crown sangat sulit. Pertama adalah dikarenakan setiap balapan punya jarak tempuh yang berbeda-beda. Artinya, seekor kuda harus punya kecepatan sekaligus daya tahan.
Selain itu, waktu pemulihan yang dimiliki kuda terbilang singkat. Sebab balapan biasanya digelar dalam rentang waktu relatif dekat dan persaingan sangat ketat. Tidak ada lawan yang mudah karena semua kuda terbaik usia 3 tahun ikut serta.
Sementara faktor ketiga adalah faktor eksternal. Aspek ini meliputi cuaca, trek, start buruk, hingga tekanan media, yang itu semua dapat memengaruhi performa kuda.
Rentetan faktor itu membuat Triple Crown bak pencapaian langka dan bersejarah di seluruh dunia. Hanya segelintir kuda yang berhasil mengunci tiga kemenangan dan menyematkan gelar Triple Crown Champion di namanya.
Konsep Triple Crown ini sudah hadir di berbagai belahan dunia sebagai simbol supremasi pacuan kuda. Amerika Serikat contohnya, punya tiga balapan legendaris yang harus ditaklukkan.
Yakni Kentucky Derby (1.600 meter), Preakness Stakes (1.900 meter), dan Belmont Stakes (2.400 meter). Ketiga balapan bergengsi itu harus dilombakan dalam rentang waktu dua bulan untuk menyandang gelar bergengsi tersebut.
Tak pelak, sampai saat ini hanya ada 13 kuda yang berhasil mencatatkan namanya sebagai juara sejati dalam sejarah satu setengah abad Triple Crown Amerika Serikat.
Terakhir kali Triple Crown tercipta adalah pada 2018 oleh Justify. Sejarah itu muncul setelah keberhasilan American Pharoah tiga tahun sebelumnya pada 2015, yang mengakhiri masa penantian selama hampir 40 tahun setelah peraih gelar terakhir.
Kemudian di Tanah Inggris, yang merupakan tempat kelahiran pacuan kuda modern, Triple Crown justru seperti sebuah mitos. Inggris punya tiga balapan yang harus dimenangkan, yaitu 2000 Guineas Stakes (1.600 meter), The Derby (2.400 meter), St. Leger Stakes (2.900 meter).
Tantangan untuk meraih Triple Crown di Inggris bukan hanya soal jarak yang makin panjang, tapi juga karena standar kualitas yang luar biasa tinggi. Sejauh ini pun cuma 15 kuda saja pernah sukses menyapu bersih ketiganya.
Lantas bagaimana dengan di Indonesia? Triple Crown di Tanah Air mengusung semangat yang sama berupa tiga seri balapan berjenjang, namun terdapat perbedaan rute.
Tiga balapan yang termasuk dalam Triple Crown Indonesia antara lain adalah Seri I pada April (1.200 meter), Seri II pada Mei (1.600 meter), dan puncaknya dalam Indonesia Derby pada Juli sejauh 2.000 meter.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
