
George Russell. (Instagram @geogerussell63)
JawaPos.com – George Russell mengungkapkan alasan di balik strategi berisiko yang dijalankan Mercedes dalam Grand Prix Formula 1 Inggris 2025.
Dilansir dari laman Crash pada Senin (7/7), Russell menyebut bahwa keterbatasan kecepatan mobil membuat tim harus mengambil pendekatan agresif dengan menggunakan ban licin sejak awal balapan, meskipun kondisi lintasan masih basah.
Russell, bersama Charles Leclerc, Isack Hadjar, Ollie Bearman, dan Gabriel Bortoleto, menjadi lima pembalap yang memilih mengganti ban ke tipe kering sebelum balapan dimulai.
Namun, strategi tersebut terbukti tidak berhasil karena lintasan Silverstone masih terlalu licin untuk ban slick.
Sepanjang balapan, Russell kembali menjadi salah satu pembalap pertama yang beralih ke ban kering pada pit stop terakhir.
Sayangnya, langkah ini kembali dianggap terlalu dini dan membuatnya kehilangan peluang untuk meraih posisi lebih baik.
Russell mengungkapkan bahwa keputusan tersebut adalah hasil dari kalkulasi 50-50 yang tidak berjalan sesuai rencana.
Pembalap berusia 27 tahun tersebut mengatakan bahwa Mercedes sempat unggul dalam kecepatan pada kondisi kering, namun hujan kembali turun, dan Virtual Safety Car (VSC) mengubah dinamika strategi mereka.
Russell menambahkan bahwa strategi konservatif bisa saja mengantarkan dirinya finis di posisi ketiga hingga kelima.
Namun, Russell merasa bahwa tanpa kecepatan mobil yang kompetitif, Mercedes memang harus mengambil risiko jika ingin meraih hasil besar. Ia menyebut keputusan yang diambil sebagai “berani tapi menyakitkan”.
Pembalap Inggris itu menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa kondisi lintasan sangat kompleks, dengan sebagian trek kering dan bagian lainnya basah.
Russell menyadari bahwa mengambil risiko adalah satu-satunya cara untuk bersaing dalam situasi saat ini, meskipun keputusan tersebut tidak selalu membuahkan hasil yang diharapkan. (*)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
