Duel LeBron James (Cleveland Cavaliers) dan Metta World Peace (Los Angeles Lakers) di NBA. (Dok. Fadeaway World)
JawaPos.com – LeBron James adalah salah satu pebasket terbaik sepanjang masa. Pemain berusia 40 tahun ini memasuki Liga Basket Amerika (NBA) saat berusia 18 tahun dan terus tampil di level teratas hingga 22 tahun kariernya.
Kejayaannya di olahraga ini beberapa kali telah terjadi sebelumnya, dengan berbagai prestasi di level NBA dan internasional bersama timnas basket Amerika Serikat. Keawetan kariernya di NBA berada pada level yang belum pernah dilihat penggemar sebelumnya.
Pemain berposisi forward yang saat ini bermain untuk Los Angeles Lakers ini telah mencetak lebih banyak poin daripada siapa pun dalam sejarah NBA, yakni lebih dari 50.000 poin dengan perolehan empat kali penghargaan individu sebagai Pemain Terbaik NBA.
Singkatnya, ia mendominasi lawan dengan kombinasi kekuatan, kecepatan, dan kelincahannya yang dimilikinya dan tidak pernah ada yang mampu menghentikannya di lapangan.
Namun, itu tidak berarti bahwa semuanya selalu berjalan mudah untuk pemain berjuluk King James. Baru-baru ini, LeBron menyebutkan pemain bertahan terbaik yang pernah ia hadapi dan nama itu identik dengan ketangguhan di NBA.
Dalam episode terakhir podcast 'Mind the Game' yang diunggah pada 17 Juni lalu, LeBron bersama Steve Nash, yang juga merupakan legenda NBA, mendapat pertanyaan tentang siapa pemain bertahan terbaik yang pernah mereka hadapi?
Sang Raja tidak ragu dengan pilihannya dan langsung memilih Metta World Peace, pebasket dengan nama asli Metta Sandiford-Artest, adalah seorang pemain bertahan underrated NBA yang tak pernah terdengar di era sekarang.
Metta World Peace yang biasa dipanggil Ron Artest, pria yang kini berusia 45 tahun ini menghabiskan total 18 musim di NBA, dengan kariernya dihabiskan bersama tim-tim seperti Chicago Bulls, Sacramento Kings, dan Lakers.
Metta paling terkenal saat bermain untuk Indiana Pacers dengan memenangkan penghargaan Pemain Bertahan Terbaik pada 2004 silam, dan ia merupakan tokoh kunci dalam 'Malice at the Palace' yang terkenal yang membuatnya terlibat perkelahian fisik dengan penggemar Detroit Pistons.
Ia dikenal karena keberanian dan ketangguhannya yang luar biasa di lapangan dan merupakan pemain yang tidak ingin diajak main-main dengan keseriusannya.
Mengutip dari episode podcast yang hingga kini sudah ditonton 246 ribu itu, LeBron James dan Steve Nash berbicara tentang kehebatan Metta World Peace dalam bertahan di level basket tertinggi NBA.
"Ron Artest, Anda tahu, Metta World Peace sekarang, ya, dia sangat jago menggunakan tangannya (untuk bertahan). Belakangan ini sangat jago. Kuat seperti kerbau. Anda tahu, saya pernah bermain melawannya di tahun-tahun awal ketika dia masih di Indiana (Pacers),” buka LeBron.
"Maksud saya, Anda tahu, itu menantang, tentu saja. Dia (Metta World Peace) adalah salah satu pemain bertahan terbaik yang pernah saya lawan,” jelasnya kepada Nash.
Itu tentu pujian yang tinggi dari seorang pemain yang dianggap sebagai salah satu terhebat dalam sejarah NBA. Setelah direkrut oleh Cleveland Cavaliers pada 2003, LeBron menghabiskan sebagian besar hidupnya di liga dan menghadapi berbagai pemain bertahan terbaik yang pernah ada.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
