
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Sabar/Reza. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com-Sudah berada di top 8 dan juga meraih hasil runner up Indonesia Open yang berlabel Super 1000 membuat Hendra Setiawan memiliki tekad lebih bersama pemainnya, Sabar Karyaman Gutama/M Reza Pahlevi Isfahani. Salah satu target besar adalah bisa berlaga di Olimpiade Los Angeles 2028.
"Ya sebisa mungkin kami dukung yya (menuju Olimpiade)," kata Hendra ketika diwawancarai di saat pemberian bonus di Waroeng Steak and Shake Bukit Duri Jakarta, Senin (9/6).
Namun, sambung Hendra, dia berharap Sabar/Reza bisa konsisten lebih dulu secara permainan. Terlebih di level elite.
"Bisa meraih (juara) Super 1000 di event-event selanjutnya," ucap juru taktik yang memiliki julukan Naga Salju itu.
Secara penampilan, Hendra cukup puas dengan Sabar/Reza. Sebab, mereka bisa mengalahkan pemain yang berada di top 10. Di Indonesia Open, keduanya mengalahkan duo Malaysia Man Wei Chong/Kai Wun Tee (21-18, 12-21, 21-18) di babak semifinal.
"Jadi ya ke depan masih bisa lebih dari ini. Dan sekarang ranking 8 jadi nanggung maksudnya kalau gak maksimal lagi. Jadi ya harus bisa maksimal lagi dan masih bisa naik lagi," sebut eks partner Mohammad Ahsan itu.
Bagi Hendra, mendampingi Sabar/Reza di Indonesia Open yang berlaga di Istora Senayan menjadi pengalaman berharga.
"Cuma baru tahu nih kalau jadi pelatih dengan suara suporter yang ramai teriak-teriak gak tahu kedengaran atau nggak itu (instruksinya). Jadi ya dari saya sih cukup ini lah pengalaman yang bagus buat saya sendiri ke depannya," kata Hendra, lalu tersenyum.
Selain itu, Hendra juga sudah beradu taktik dengan gurunya Herry Iman Pierngadi yang mendampingi Man/Tee.
"Intinya kami mau main taktis di Indonesia Open juga. Dengan melihat kondisi angin dan shuttlecocknya juga cepat. Jadi mau gak mau kami main taktis," ujar dia.
Perihal tips bisa mengalahkan guru, Hendra menyebutkan sejak awal fokus pada pola permainan yang diusung. Apalagi dengan kondisi pemainnya yang tidak 100 persen.
"Sebenarnya sih apa ya. Ya kami baru satu kali pertemuan juga. Tapi coach Herry jauh lebih berpengalaman lah," ungkap Hendra.
Sementara itu, Owner dan CEO Waroeng Steak & Shake Jody Brotosuseno menyatakan, setiap atlet yang mau mengejar prestasi pasti membutuhkan dukungan.
"Apalagi mereka profesional. Selama WS eksis, kami akan support terus," ucap Jody Brotosuseno.
Pihaknya memberikan bonus masing-masing Rp 50 juta untuk Sabar/Reza, Rp 40 juta untuk Hendra, dan Rp 20 juta untuk Yansen Alpine sebagai pelatih fisik. "Jangan dilihat besarannya," ujar Jody Brotosuseno.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
