
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Sabar/Reza. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com – Ganda putra muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin langsung histeris ketika bisa mengamankan tiket semifinal Indonesia Open. Kemarin (5/6), Raymond/Joaquin menundukkan pasangan juara dunia 2021 asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dengan rubber game (16-21, 24-22, 21-18) di Istora Senayan, Jakarta.
Di semifinal, Raymond/Joaquin akan berhadapan dengan ganda Indonesia lainnya, Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani yang menundukkan duo Tiongkok Chen Boyang/Liu Yi (21-15, 21-15). Hasil itu membuat merah putih memastikan satu tempat di final ganda putra.
"Untuk persiapan (semifinal), yang pasti pinginnya makan enak dulu ya, tidur enak dulu. Kami recovery dulu," kata Joaquin.
Raymond/Joaquin membutuhkan recovery karena bekerja ekstra keras demi menyingkirkan Hoki/Kobayashi. Apalagi, dalam game ketiga, Raymond/Joaquin sempat tertinggal 13-18 sebelum akhirnya membalikkan keadaan.
"Di game terakhir pertandingannya benar-benar sangat seru. Benar-benar enggak nyangka juga terakhir kita bisa membalikkan keadaan walaupun posisinya kita tertekan terus ya di set ketiga," ungkap Joaquin.
Raymond juga bersyukur bisa meraih kemenangan di partai yang tidak mudah baginya. Dia mengakui dalam laga ini cukup banyak ragu-ragu. "Baru kali pertama juga ketemu. Situasi lapangan hari ini dengan lapangan kemarin beda juga," ucapnya.
Kemenangan Raymond/Joaquin ditonton langsung oleh mantan pemain ganda nomor satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo. Kevin menilai Raymond/Joaquin memiliki potensi, keberanian, serta fighting spirit yang lebih. Dia berharap keduanya bisa terus bersaing dengan ganda senior.
"Karena sebenarnya kalau tanpa senior, yang junior cukup sulit untuk catch up. Mereka kan butuh role model. Dengan masih ada Fajar (Alfian), Rian (Ardianto), dan lain sebagainya itu sebenarnya baik untuk regenerasi yang bawah-bawah," beber Kevin.
Sementara itu, Reza menyebut bahwa Raymond/Joaquin merupakan ganda dengan permainan cepat dan saat ini diliputi kepercayaan diri tinggi. Untuk head-to-head, kedua pasangan sama kuat 1-1.
"Kami harus sama-sama saling ingat saja sih kebiasaan (kekuatan dan kelemahan, Red) masing-masing. Dari segi permainan, mereka memang cepat. Jadi, fokus jangan sampai hilang," tutur Reza.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
Panser Biru Tanggapi Sanksi PSIS dan Larangan 6 Kali Away Usai Kericuhan di Ciamis
Ganggu Lingkungan Pemkot Surabaya Segel Usaha Potong Ayam di Tengah Kampung Bratang Gede
5 Kiat Introvert Menjadi Pemimpin Tangguh Tanpa Harus Mengubah Sifat Alami
Kenaikan Target Bansos 2026: Kemensos Wajibkan Registrasi Ulang Wajah
Prediksi Skor Flamengo vs Estudiantes: Misi Tuan Rumah Amankan Tiket Final Copa Libertadores 2026
Prediksi Skor PSBS Biak vs Barito Putera: Laskar Antasari Berpeluang Menang Telak
Prediksi Skor Alaves vs Malaga: Tuan Rumah Berpeluang Menang Satu Gol
Profil Kalam Salan, Anggota Parlemen Malaysia yang Kritik Prabowo Pakai Bahasa Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022