
Hari pertama Kejurnas Akuatik 2025 berhasil menciptakan deretan rekor baru baik di kategoru kelompok umur maupun nasional. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Hari pertama penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2025, Kamis (29/5), menghadirkan banyak kejutan dan rekor. Setidaknya sepuluh rekor baru tercipta dengan lima di antaranya dicetak oleh Adelia Chantika Aulia.
Rentetan rekor yang tercipta pada hari pertama Kejurnas Akuatik 2025 berasal dari berbagai nomor dan kelas yang dilombakan. Mayoritas dari kategori kelompok umur, tapi ada tiga yang merupakan rekor nasional.
Rekor nasional pada hari pertama Kejurnas Akuatik 2025 diciptakan oleh dua atlet berbeda. Yakni Flairene Candrea di nomor 100m gaya punggung putri dan Adelia Chantika Aulia di 100m gaya bebas putri di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Kamis (29/5).
Adelia Chantika Aulia mencatatkan rekor nasional 100m gaya bebas putri dengan waktu 56,49 detik pada babak final. Perenang berusia 14 tahun itu memecahkan rekornas 56,95 detik milik Patricia Yosita Hapsari pada 2021.
Selain rekornas (dewasa), Adelia juga mempertajam rekor nasional kelompok umur (KU) 2 100m gaya bebas putri, yang juga dia cetak pada sesi kualifikasi pagi tadi dengan 58,03 detik. Ini membuat peraih empat emas di PON Aceh-Sumatera Utara 2024 itu total memecahkan lima rekor.
Di nomor lain, Adelia juga berhasil memecahkan rekor nasional kelompok umur (KU) 2 nomor 100m gaya punggung. Dia memecahkannya di babak kualifikasi (1:03,28) dan babak final (1:03,06).
"Alhamdulillah, aku senang. Targetnya sih tidak, tapi di pelatih karena sudah mepet dengan rekord. Jadi qku di-targetin, tapi yaudahlah, nothing to lose saja. Yang penting berenang sekuat aku," katanya usai lomba terakhir.
Sementara Flairene Candrea, tak kalah ciamik. Perenang berusia 20 tahun itu juga menggila dengan berhasil dua kali memecahkan rekornas. Pertama di babak kualifikasi pada pagi hari dengan catatan waktu 1 menit 02,30 detik.
Torehan itu membuat Flairene memecahkan rekor nasional 100m gaya punggung putri yang sebelumnya dimiliki oleh Angel Gabriella Yus dengan 1 menit 3,18 detik, yang dicetak pada 58th Malaysia Invitational Age Group Swimming Championship, 16 April 2023.
Flai, sapaan akrab Flairene, kemudian mempertajam rekornya sendiri pada babak final pada sore harinya. Flairene mencatatkan waktu 1 menit 2,25 detik untuk jadi yang tercepat sekaligus menobatkan diri sebagai perenang 100m gaya punggung putri tercepat di Indonesia.
"Ya hasil di Kejurnas saat ini aku juga tidak menyangka, jujur (dua kali pecahkan rekor). Memang sejauh ini tidak ada orang yang pernah menyentuh 1 menit 3 detik ya di Indonesia," kata Flai.
"Jadi emang jujur aku juga berharap dari lubuk hati aku, pengin banget menjadi orang pertama yang berenang di bawah 1 menit 3 detik gitu. Makanya aku juga enggak menyangka aja, kayak, wow ternyata di event ini aku bisa berenang 1 menit 2,25 detik," imbuhnya.
Adapun rekor lain yang muncul pada hari pertama Kejurnas Akuatik 2025 berasal dari kelompok umur (KU) 1. Yakni Samuel Maxson Septionus di 50m gaya kupi-kupu putra (24,74 detik), Lily Kartina Beales 50m gaya kupi-kupu putri (28,22 detik), serta Jason Donovan Yusuf di 100m gaya bebas putra (50,40 detik) dan 100m gaya punggung putra (55,90 detik).

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
