Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 April 2025 | 03.26 WIB

Taufik Hidayat Bingung Indonesia Sulit Dapat Gelar hingga April, PBSI Sudah Tanya Pemain Tapi Tak Dapat Jawaban

Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat mengakui bingung dengan sulitnya atlet Indonesia raih gelar turnamen BWF. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com) - Image

Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat mengakui bingung dengan sulitnya atlet Indonesia raih gelar turnamen BWF. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Rasa bingung masih menghantui PP PBSI usai Indonesia kembali pulang tanpa gelar dari Badminton Asia Championships (BAC) 2025. Induk bulu tangkis di Tanah Air itu sudah coba bertanya kekurangannya kepada para atlet, namun tak dapat jawaban.

Indonesia masih kesulitan mendapatkan gelar juara dalam turnamen bulu tangkis elite dunia. Hingga April, baru satu hasil juara saja yang berhasil diraih oleh wakil Merah Putih.

Yakni atas nama Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti di Thailand Masters 2025 pada 28 Januari hingga 2 Februari 2025 lalu. Itu pun level turnamennya adalah BWF World Tour Super 300, sementara level Super 500 hingga 1000 belum ada.

Terbaru, dalam ajang Badminton Asia Championships (BAC) 2025 yang setara dengan BWF World Tour Super 1000, Indonesia kembali tanpa gelar. Bahkan satu wakil final pun tak ada.

Pencapaian terbaik hanyalah semifinal, yang diperoleh duet ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dari ganda campuran.

Taufik Hidayat selaku Waketum I PP PBSI mengatakan, evaluasi BAC 2025 sebenarnya tak jauh berbeda dengan evaluasi ajang-ajang lainnya. Dia pun menyebut dibutuhkan waktu untuk memperbaiki rentetan hasil minor yang ada hingga saat ini.

"Kejuaraan Asia ini kan sebenarnya Sebenarnya evaluasi juga kan sama kejuaraan-kejuaraan lainnya. Kan memang butuh waktu juga kan, gak bisa ya minggu ini ya, atau minggu depan," kata Taufik ditemui di Kemenpora RI, Senin (14/4).

Selain itu, Taufik Hidayat juga ingin bertanya ke para atlet terlebih dahulu mengapa hasil-hasil seperti ini bisa terjadi. Sebab dia dan pengurus PBSI lain juga bingung.

"Saya juga bingung juga gitu loh, makanya mau nanya atletnya gitu loh, maksudnya apa sih gitu loh. Kalau sekarang saya ngeliat ya, kalau boleh jujur, kita jujur sebagai pengurus, apa sih yang kurang?" tuturnya.

"Kalau masyarakat kan mau diomongin apa juga gak peduli apalagi badminton lover, yang penting kan ada medali, ada juara, udah selesai. Mau bobrok, mau enggak, mau bagus, mau enggak, yang penting ada juara," tambah Taufik.

Menurut Taufik Hidayat, PBSI sudah memberikan banyak hal untuk menunjang para atlet agar bisa berprestasi. Mulai dari fasilitas hingga pembebasan kontrak sponsor individu.

"Nah apa sih yang kurang gitu. Udah gede semua, coba aja cek berapa duit mereka gitu loh. Saya bingung juga gitu, mereka mau pelatih siapa atau kalau memang pelatih kan kita ya sama-sama loh. Enggak bisa juga satu orang satu pelatih, semuanya dia juga," terang peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini.

"Toh kita juga dulu semua pemain juga begitu, semua cabang olahraga juga begitu. Enggak bisa dia tentuin sendiri, kecuali dia profesional ya. Dia profesional, dia punya di pelatih sendiri, teknik sendiri, apa semua sendiri gitu. Makanya saya pengin juga setelah ini sebelum berangkat Piala Sudirman itu apalagi sih?" tambah Taufik.

PBSI disebut Taufik sudah coba mengumpulkan para pemain untuk bertanya kekurangan federasi dalam menyiapkan atlet. Tapi mereka tak ada yang menjawab.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore