Megawati Hangestri Pertiwi tak kuasa menahan air mata usai laga final Liga Voli Korea. (Dok. Red Sparks)
JawaPos.com — Megawati Hangestri Pertiwi tak kuasa menahan air mata usai laga final Liga Voli Korea pada Selasa (8/4). Kekalahan Red Sparks dari Pink Spiders memang menyakitkan, namun ternyata bukan itu satu-satunya alasan di balik tangis sang opposite asal Indonesia.
Dalam wawancara di program Off The TV milik SBS Sports yang tayang di YouTube, Megawati mengungkap isi hatinya. Ia mengaku perasaan haru dan kondisi fisik yang menurun menjadi penyebab utama dirinya menangis.
"Sedih pasti, ya pasti sedih," ujar Megawati dengan suara bergetar. "Tapi aku juga benar-benar tahan sakit, aku benar-benar sakit tapi tetap bertahan sampai akhir," lanjutnya.
Megawati mengungkapkan rasa terima kasih pada tubuhnya sendiri yang masih mampu menyelesaikan laga final meski dilanda cedera.
Ia tak bisa menahan emosi karena tahu betapa keras perjuangannya untuk tampil hingga detik terakhir pertandingan.
“Terima kasih badanku bertahan sampai akhir. Aku sedih karena itu juga,” ujar Megawati.
Sebelumnya, pelatih Red Sparks memang telah menyebut Megawati bermain dengan kondisi lutut yang tak sepenuhnya pulih. Cedera tersebut membuat penampilannya sepanjang pertandingan tak dalam performa terbaik.
Meski demikian, Megawati tetap tampil penuh semangat dan menjadi andalan utama di laga penentuan gelar. Tekadnya untuk memberikan yang terbaik terlihat jelas sepanjang pertandingan final tersebut.
Bintang Red Sparks itu juga menegaskan ia tak ingin terlihat rapuh di depan publik. Karena itulah, selepas pertandingan, ia sengaja menutup wajahnya dengan handuk.
"Jadi aku enggak ingin semua orang tahu aku nangis," ujarnya jujur. "Karena kalau kalah, aku ingin kalah dengan senyum aja," tambahnya.
Megawati tampil luar biasa sepanjang musim bersama Red Sparks di Liga Voli Korea. Ia mencetak banyak poin dan sering menjadi penyelamat tim dalam kondisi genting.
Namun final melawan Pink Spiders adalah ujian emosional dan fisik yang luar biasa berat baginya. Setiap poin terasa seperti medan tempur yang harus diperjuangkan dengan sisa-sisa tenaga.
Pertandingan itu berlangsung dramatis, dengan skor ketat 3-2 yang membuat Red Sparks hanya terpaut dua poin di set terakhir. Pink Spiders akhirnya menang 15-13 di set kelima dan memastikan gelar juara.
Megawati mengakui kekalahan itu sangat menyakitkan karena mereka sudah bermain mati-matian. Namun ia tetap bangga karena timnya memberikan perlawanan hingga akhir.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
