
Pose Megawati Hangestri. (Dok. RedSparks)
JawaPos.com — Megawati Hangestri Pertiwi semakin dekat dengan takdirnya sebagai legenda di Liga Voli Korea Selatan. Ia kini terlibat dalam partai final yang dramatis bersama Red Sparks, klub elit yang tengah mengincar kejayaan setelah lama puasa gelar.
Partisipasinya di final liga merupakan pencapaian yang sangat istimewa bagi seorang atlet asing di kompetisi sekelas Korea Selatan. Terlebih lagi, Megawati menjadi satu dari sedikit pemain non-Korea yang mampu menembus perhatian publik dan meraih cinta dari para penggemar lokal.
Red Sparks yang dibela Megawati kini berjuang mati-matian dalam final melawan Pink Spiders. Skor sementara imbang 2-2 dari empat pertandingan, membuat laga kelima menjadi penentu segalanya.
Final ini bukan sekadar tentang siapa yang lebih kuat, tetapi juga tentang siapa yang paling pantas menjadi juara. Dan Megawati Hangestri Pertiwi berada di tengah-tengah momen besar itu dengan kontribusi luar biasa.
Sejak datang ke Korea Selatan, Mega dihadapkan pada banyak keraguan dan stereotip. Tak sedikit yang meragukan kemampuan atlet asal Jawa Timur ini di tengah persaingan ketat Liga Voli Korea Selatan.
Namun, Megawati menjawab semuanya dengan aksi nyata di lapangan. Ia tampil konsisten, efisien, dan sangat berpengaruh dalam jalannya permainan Red Sparks.
Tak jarang, Mega menjadi faktor penentu kemenangan Red Sparks di laga-laga penting. Keberaniannya dalam menghadapi blok lawan dan servis kerasnya menjadi senjata andalan tim.
Red Sparks sendiri adalah tim besar dalam sejarah voli putri Korea Selatan. Mereka sudah pernah meraih tiga gelar juara dan dikenal memiliki basis penggemar yang loyal.
Namun, gelar terakhir Red Sparks didapat sangat lama, yaitu pada musim 2011/2013. Sejak itu, mereka terus berusaha bangkit namun selalu gagal meraih hasil maksimal.
Kehadiran Megawati membawa warna baru dan semangat baru di skuad Red Sparks. Bersama pelatih dan rekan timnya, Mega berusaha mematahkan kutukan 12 tahun tanpa gelar.
Pertandingan kelima final yang digelar pada Selasa (8/4/2025) menjadi penentu nasib mereka. Red Sparks harus menang atas Pink Spiders untuk mengakhiri puasa panjang tersebut.
Dalam pertandingan itu, Red Sparks sempat tertinggal 0-2 secara set. Namun, Megawati dan rekan-rekannya tidak menyerah dan berhasil membalikkan keadaan di set ketiga.
Baca Juga: Cedera Tak Halangi Megawati Hangestri, Bawa Red Sparks Mainkan Leg Kelima di Final Liga Voli Korea
Pada posisi Pink Spiders 14-17 Red Sparks di set ketiga, suasana pertandingan memanas. Penonton pun terpukau melihat kegigihan Mega dan kawan-kawan di lapangan.
Megawati tidak hanya tampil sebagai atlet, tetapi juga menjadi ikon budaya lintas negara. Ia menginspirasi banyak anak-anak Korea yang bahkan mulai belajar Bahasa Indonesia demi bisa menyapa Mega.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
