Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2026 | 21.12 WIB

Ramos Horta Ungkap Rahasia Hubungan Damai Timor Leste dan Indonesia, Ada Peran Habibie, Gusdur hingga Megawati

Presiden Republik Demokratik Timor Leste Jose Ramos Horta menjadi pembicara utama dalam ERIA School of Government Leadership Lecture Series di Jakarta. (Istimewa) - Image

Presiden Republik Demokratik Timor Leste Jose Ramos Horta menjadi pembicara utama dalam ERIA School of Government Leadership Lecture Series di Jakarta. (Istimewa)

JawaPos.com - Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta membagikan kisah inspiratif di balik perdamaian pasca konflik antara negaranya dan Indonesia. Peraih Nobel Perdamaian ini menegaskan bahwa hubungan harmonis kedua negara saat ini adalah salah satu bukti rekonsiliasi terbaik di Asia Tenggara.

Kisah sukses diplomasi ini dipaparkan Ramos Horta saat menjadi pembicara dalam ERIA School of Government Leadership Lecture Series ke-4 di Jakarta. Pengalaman Timor Leste dinilai memberikan pelajaran mahal bagi dunia internasional.

Ramos Horta mengajak masyarakat melihat kembali dinamika hubungan bilateral Indonesia dan Timor Leste. Menurut dia, membangun kepercayaan dari luka masa lalu membutuhkan keberanian dan komitmen yang besar.

"Stabilitas kawasan yang sesungguhnya bukan hanya tentang tidak adanya konflik, tetapi tentang upaya bersama untuk mengubah pihak-pihak yang pernah berseberangan menjadi mitra yang dapat bekerja sama demi masa depan yang lebih baik," ujar Ramos Horta.

Ramos Horta juga mengenang peran besar para pemimpin Indonesia terdahulu, seperti B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid (Gusdur), dan Megawati Soekarnoputri, yang membuka pintu transisi kemerdekaan negaranya.

Dia memastikan bahwa selama masa konflik, tidak pernah ada sentimen negatif yang menyasar masyarakat sipil. "Sepanjang perjuangan kami, tidak pernah ada satu pun warga sipil Indonesia yang menjadi sasaran," ungkap Ramos Horta.

Hingga hari ini, hubungan erat antarmasyarakat kedua negara tetap terjaga dengan sangat baik tanpa ada sekat diskriminasi. "Tidak ada satu pun warga Timor Leste yang merasa didiskriminasi," ujarnya, mengenang banyaknya warga Timor Leste yang menempuh pendidikan dan berkarier di Indonesia.

Kunci utama dari perdamaian yang awet ini adalah keberanian untuk tidak terjebak dalam lingkaran dendam masa lalu. "Kami memilih jalan rekonsiliasi nasional," tegas Ramos Horta.

Menjelang bergabungnya Timor-Leste sebagai anggota penuh ASEAN, Ramos Horta optimistis negaranya dapat membawa kontribusi positif melalui formula rekonsiliasi dan penyelesaian konflik yang damai.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore