
Yuki Tsunoda, pembalap F1 asal Jepang dari tim Red Bull Racing (Dok. Instagram @redbullracing)
JawaPos.com - Setelah masa sulit bagi Liam Lawson dalam dua balapan awal musim ini, Yuki Tsunoda kini mengambil alih kursi kedua di Red Bull mulai putaran ketiga. Menariknya, debutnya bersama tim utama bertepatan dengan Grand Prix Jepang di Suzuka, yang juga merupakan balapan kandangnya. Sesi latihan dan balapan tersebut akan digelar pada 4-6 April 2025.
Berdasarkan analisis yang dilakukan Sky Sports, kesempatan ini adalah momen pembuktian bagi Tsunoda. Ia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa dirinya siap bersaing di barisan depan Formula 1 setelah sekian lama menunggu peluang.
Di sisi lain, keputusan Red Bull mengganti Lawson dengan Tsunoda begitu cepat menuai pro dan kontra. Namun, akhir pekan di Suzuka akan menjadi ujian pertama apakah keputusan ini memang tepat dalam mencari pengganti Sergio Perez.
Mengapa Tsunoda Merasa Kesempatannya Terlambat
Pada Juli tahun lalu, spekulasi tentang masa depan Perez mulai merebak seiring performanya yang menurun. Saat itu, Tsunoda mulai mengungkapkan rasa frustrasinya karena merasa belum diberi peluang yang pantas di tim utama Red Bull.
Pada saat itu, Tsunoda sudah menjalani musim keempatnya bersama tim junior dan menunjukkan perkembangan signifikan. Ia menjadi pembalap yang lebih konsisten dan minim melakukan kesalahan dibandingkan awal karirnya yang penuh insiden di lintasan.
Dibandingkan tahun debutnya pada 2021 saat masih didominasi oleh Pierre Gasly, Tsunoda terus berkembang. Ia bahkan mengalahkan Nyck de Vries hanya dalam sepuluh balapan pada 2023 dan secara reguler tampil lebih baik dari Daniel Ricciardo.
Rekor Tsunoda di Racing Bulls:
Ricciardo sendiri dibawa kembali ke Red Bull setelah dilepas McLaren sebagai opsi cadangan jika tim utama membutuhkan pembalap berpengalaman. Namun, Tsunoda justru lebih sering mengungguli Ricciardo, baik dalam kualifikasi maupun balapan.
"Saya merasa lebih siap dibandingkan tiga tahun terakhir untuk bersaing melawan tim-tim besar, bahkan dengan Max. Tapi pada akhirnya, keputusan ada di tangan mereka. Saya hanya fokus melakukan yang terbaik ," kata Tsunoda dalam GP Hungaria tahun lalu.
Ketika muncul spekulasi bahwa Red Bull mungkin lebih memilih Lawson, yang saat itu hanya berstatus sebagai pembalap cadangan, Tsunoda menganggapnya sebagai sesuatu yang "aneh".
Empat bulan kemudian, pada November, posisi Perez di tim utama semakin terancam akibat performanya yang terus menurun. Dengan Lawson yang sudah resmi menjadi rekan setimnya menggantikan Ricciardo, Tsunoda semakin percaya diri untuk promosi ke Red Bull pada 2025.
"Saya selalu bilang bahwa saya layak mendapatkan kursi itu. Tidak ada lagi yang perlu saya buktikan. Itu keputusan mereka. Setiap kali mereka mengirim pembalap untuk mengalahkan saya, saya selalu bisa mengatasinya. Dan itu yang akan terus saya lakukan," ujar Tsunoda.
Rekor Tsunoda Melawan Rekan Setimnya:
Pierre Gasly (2021-2022)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
