
Wakil Ketua Komisi I DPR Budisatrio Djiwandono (kiri) (Dok. DPP Perbasi)
JawaPos.com - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perbasi buka suara perihal aksi pemukulan yang terjadi dalam ajang SDH Basketball Cup 2025. Induk olahraga basket nasional itu menanggapi serius insiden turnamen tingkat sekolah tersebut.
Aksi pemukulan terjadi ketika turnamen SDH Basketball 2025 bergulir di Kota Bogor, dalam pertandingan yang mempertemukan antara SMP 1 Kota Bogor melawan SMP Mardiwaluya Cibinong.
Dalam video yang beredar dan viral di media sosial, salah satu pemain SMP 1 Kota Bogor yang mengenakan jersey putih bernomor punggung 52, dipukul kepalanya oleh lawannya yang memakai jersey abu-abu nomor punggung 13. Ia kemudian menahan sakit lalu mengejar pelajar yang memukul.
Mengetahui kejadian itu, DPP Perbasi dengan tegas mengutuk segala bentuk kekerasan dan tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang mencederai nilai-nilai sportivitas dan fair play dalam pertandingan.
“Tidak ada ruang kekerasan di dunia bola basket. Kalau ada yang terbukti. Beri tindakan keras supaya jadi contoh,” tegas Budisatrio Djiwandono, Ketua Umum DPP Perbasi dalam keterangan resminya, Kamis (20/2).
Budisatrio mengaku sedih dan mengutuk keras kejadian tersebut. DPP Perbasi pun ikut turun dengan menurunkan tim untuk mengusut insiden.
“Saya sedih dan mengutuk keras kejadian ini. Saya meminta DPP PERBASI untuk menurunkan tim untuk mendalami dan mengusut kasus ini agar tidak terulang kembali. Tidak ada ruang untuk kekerasan dan bullying di olahraga basket maupun di ruang sekolah," jelas Budisatrio.
Perbasi terus mengawal dan akan menindaklanjuti isu ini melalui proses yang berlaku di badan legal, etik, dan disiplin. Federasi ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sesuai dengan prinsip keadilan dan aturan yang berlaku.
Selain itu, Perbasi juga tidak akan ragu untuk memberikan sanksi tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bila terbukti ada tim dan oknum yang melanggar aturan atau yang melakukan pembiaran dan mencoreng nama baik dunia basket Indonesia serta Perbasi.
Selain itu, Budisatrio yang kebetulan anggota DPR RI, juga telah meminta Komisi X untuk ikut menyoroti dan mengawal permasalahan ini. "Selaku Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, saya juga sudah meminta rekan-rekan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan dan olahraga untuk memberi perhatian dalam kasus ini," terangnya.
Lebih lanjut DPP Perbasi mengingatkan seluruh elemen dalam dunia basket Indonesia untuk selalu menjunjung tinggi nilai sportivitas dan pertandingan yang adil. Federasi berkomitmen untuk menjaga agar dunia basket Indonesia tetap menjadi wadah bagi pengembangan bakat dan semangat kompetisi yang sehat.
Perbasi, kata Budisatrio, percaya bahwa olahraga, termasuk bola basket dapat memberikan manfaat yang positif bagi individu dan masyarakat.
"Untuk itu, kami akan terus mengedepankan transparansi dan ketegasan dalam menyikapi insiden ini, serta memastikan bahwa setiap langkah yang diambil akan selalu berfokus pada pembinaan olahraga yang bersih, adil, dan penuh rasa hormat," jelasnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
