Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie saat berhadapan Pemain China Taipei Su Li Yang pada babak 32 Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta (22/01/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Pebulu tangkis Jonatan Christie buka-bukaan perihal kesan dan penyesuaian yang mesti dilakukan dalam pergantian pelatih dari Irwansyah ke Mulyo Handoyo. Pemain andalan Indonesia itu mengakui bahwa kedua pelatih tersebut sangat berbeda dalam hal melatih.
Jonatan Christie telah merasakan sentuhan banyak pelatih selama berkarier sebagai pebulu tangkis. Termasuk di Pelatnas PBSI, di mana dia sudah pernah dilatih oleh sejumlah pelatih mulai dari Hendri Saputra, Irwansyah, hingga yang terbaru Mulyo Handoyo.
Namun di antara ketiga pelatih tersebut, Jonatan Christie berhasil mencapai puncak karier bersama Irwansyah. Dia sukses mencatatkan sejumlah prestasi seperti medali perak dan emas Kejuaraan Asia, menjuarai BWF World Tour Super 750 French Open 2023 dan All England 2024, turnamen tertua berlevel Super 1000.
Selain itu, Jonatan Christie juga berhasil mencapai peringkat tertingginya dalam ranking BWF, yakni menjadi nomor dua dunia pada Januari 2023. Dia pun sampai saat ini masih jadi andalan tunggal putra Indonesia dengan peringkat nomor 3 dunia.
Namun per 31 Desember 2024, Jonatan harus berpisah dengan Irwansyah. PP PBSI memutuskan tak memperpanjang para pelatih sebelumnya dan memulai proses pencarian pelatih dari awal dengan metode seleksi terbuka.
Irwansyah tidak mendaftarkan diri dan langsung memutuskan hengkang ke India. PP PBSI pun menunjuk Irwansyah sebagai pelatih tunggal putra utama di Pelatnas PBSI Cipayung mulai 2025.
Sebagai pemain, Jonatan tentu harus melakukan penyesuaian dan adaptasi dengan pelatih baru. Lantas apa saja cara yang dilakukan oleh suami Shania Junianatha itu terhadap perubahan dari Irwansyah ke Mulyo Handoyo?
"Banyak banget, pasti kan setiap individu beda-beda. Coach Irwansyah dan Coach Mulyo itu beda jauh," kata Jonatan usai berlaga di babak pertama Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Rabu (22/1).
"Kalau saya bisa mendeskripsikan, Coach Irwansyah seperti abang, kaka, (sementara) Coach Mulyo seperti orang tua, yang lebih mengayomi," tambah Jonatan Christie.
Karena itu, ada perbedaan yang cukup mencolok di antara Irwansyah dan Mulyo Handoyo. Salah satunya adalah karakter dan kebiasaan yang dimiliki kedua pelatih.
"Mungkin dari segi karakter, kebiasaan masing-masing kan berbeda. Lalu saya baru latihan dengan Coach Mulyo selama dua minggu. Jadi sedikit banyaknya dalam keseharian pertandingan sudah memahami," terang Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie.
Tapi, tambah Jojo, masih ada sentuhan lain yang belum dirasakan olehnya dari Mulyo Handoyo. "Dari segi program dan lainnya saya rasa dua minggu belum terlihat banget. Jadi kita masih coba adjust satu sama lain, komunikasi, dan terbuka satu sama lain," jelas Jonatan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
