Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Januari 2025 | 03.42 WIB

Aturan Servis Badminton: Teknik, Pelanggaran, dan Batas Tinggi Pukulan

Ilustrasi servis saat badminton. (iStockPhoto) - Image

Ilustrasi servis saat badminton. (iStockPhoto)

JawaPos.com - Servis adalah elemen penting dalam permainan badminton yang sering dianggap sepele, padahal perannya sangat krusial untuk meraih poin dan mengontrol jalannya pertandingan. Servis, yang merupakan pukulan pembuka permainan, memiliki aturan-aturan ketat yang ditetapkan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Dalam pertandingan profesional, pemain yang melakukan servis pertama ditentukan melalui undian koin atau coin toss. Saat memulai servis pada skor 0-0, posisi badan harus diperhatikan. Jika tangan memegang raket di sebelah kiri, kaki kiri harus berada di depan, begitu pula sebaliknya. Teknik dasar ini penting untuk memastikan akurasi dan kekuatan pukulan pertama.

Berbeda dengan olahraga seperti bola voli, dalam badminton hanya diperbolehkan memukul shuttlecock satu kali untuk menyeberangkannya ke lapangan lawan. Servis ini harus dilakukan secara menyilang dan melewati net, masuk ke area lawan yang telah ditentukan.

Aturan Servis BWF

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menetapkan sejumlah aturan penting terkait servis. Salah satu yang paling menonjol adalah peraturan tinggi pukulan dalam permainan ganda. Berdasarkan Hukum Servis Alternatif BWF 9.1.6, pukulan servis tidak boleh lebih tinggi dari 115 cm dari permukaan lapangan. Peraturan ini mulai diberlakukan sejak Maret 2018 untuk mendisiplinkan pemain profesional di setiap turnamen resmi.

Selain aturan tinggi pukulan, wasit atau hakim servis memiliki kewenangan untuk menentukan pelanggaran dalam servis. Beberapa bentuk pelanggaran umum yang sering terjadi adalah:

  1. Perkenaan Raket Tidak pada Dasar Shuttlecock
    Pemain harus memukul bagian bulu shuttlecock dengan benar. Jika raket menyentuh bagian bulu lebih dulu, maka dianggap pelanggaran.

  • Double Touch
    Servis yang mengenai raket lebih dari satu kali sebelum melintasi net juga termasuk pelanggaran.

  • Aturan Waktu dalam Servis

    Selain teknik dan posisi, waktu dalam melakukan servis juga diatur secara ketat. Ketika pemain bersiap untuk menerima servis, mereka harus dalam posisi siap. Jika penerima servis terlalu lama mengulur waktu, hal ini dapat mengganggu ritme permainan dan membuat server kehilangan fokus. Penerima servis yang mengulur waktu dapat dikenai teguran atau bahkan hukuman kartu oleh wasit.

    Kesalahan Servis di Level Profesional

    Meski terkesan sederhana, bahkan pemain badminton profesional sekalipun masih sering melakukan kesalahan servis. Hal ini membuktikan bahwa teknik dan aturan servis tidak bisa dianggap remeh. Kesalahan kecil dalam servis dapat mengubah jalannya pertandingan, memberikan poin mudah bagi lawan, atau bahkan memengaruhi mental pemain.

    Dengan memahami aturan dan teknik servis yang benar, pemain dapat memaksimalkan peluang mereka untuk mencetak poin dan menguasai permainan. Selain itu, kedisiplinan dalam mengikuti aturan juga menjadi indikator penting dalam profesionalisme seorang atlet.

    Servis bukan hanya sekadar pembuka permainan, tetapi juga merupakan strategi penting yang dapat menentukan kemenangan. Oleh karena itu, bagi pemain maupun pecinta badminton, memahami detail aturan servis adalah langkah awal untuk mendalami olahraga ini lebih jauh.

    Editor: Dhimas Ginanjar
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore