
Ilustrasi servis saat badminton. (iStockPhoto)
JawaPos.com - Servis adalah elemen penting dalam permainan badminton yang sering dianggap sepele, padahal perannya sangat krusial untuk meraih poin dan mengontrol jalannya pertandingan. Servis, yang merupakan pukulan pembuka permainan, memiliki aturan-aturan ketat yang ditetapkan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
Dalam pertandingan profesional, pemain yang melakukan servis pertama ditentukan melalui undian koin atau coin toss. Saat memulai servis pada skor 0-0, posisi badan harus diperhatikan. Jika tangan memegang raket di sebelah kiri, kaki kiri harus berada di depan, begitu pula sebaliknya. Teknik dasar ini penting untuk memastikan akurasi dan kekuatan pukulan pertama.
Berbeda dengan olahraga seperti bola voli, dalam badminton hanya diperbolehkan memukul shuttlecock satu kali untuk menyeberangkannya ke lapangan lawan. Servis ini harus dilakukan secara menyilang dan melewati net, masuk ke area lawan yang telah ditentukan.
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menetapkan sejumlah aturan penting terkait servis. Salah satu yang paling menonjol adalah peraturan tinggi pukulan dalam permainan ganda. Berdasarkan Hukum Servis Alternatif BWF 9.1.6, pukulan servis tidak boleh lebih tinggi dari 115 cm dari permukaan lapangan. Peraturan ini mulai diberlakukan sejak Maret 2018 untuk mendisiplinkan pemain profesional di setiap turnamen resmi.
Selain aturan tinggi pukulan, wasit atau hakim servis memiliki kewenangan untuk menentukan pelanggaran dalam servis. Beberapa bentuk pelanggaran umum yang sering terjadi adalah:
Perkenaan Raket Tidak pada Dasar Shuttlecock
Pemain harus memukul bagian bulu shuttlecock dengan benar. Jika raket menyentuh bagian bulu lebih dulu, maka dianggap pelanggaran.
Double Touch
Servis yang mengenai raket lebih dari satu kali sebelum melintasi net juga termasuk pelanggaran.
Selain teknik dan posisi, waktu dalam melakukan servis juga diatur secara ketat. Ketika pemain bersiap untuk menerima servis, mereka harus dalam posisi siap. Jika penerima servis terlalu lama mengulur waktu, hal ini dapat mengganggu ritme permainan dan membuat server kehilangan fokus. Penerima servis yang mengulur waktu dapat dikenai teguran atau bahkan hukuman kartu oleh wasit.
Meski terkesan sederhana, bahkan pemain badminton profesional sekalipun masih sering melakukan kesalahan servis. Hal ini membuktikan bahwa teknik dan aturan servis tidak bisa dianggap remeh. Kesalahan kecil dalam servis dapat mengubah jalannya pertandingan, memberikan poin mudah bagi lawan, atau bahkan memengaruhi mental pemain.
Dengan memahami aturan dan teknik servis yang benar, pemain dapat memaksimalkan peluang mereka untuk mencetak poin dan menguasai permainan. Selain itu, kedisiplinan dalam mengikuti aturan juga menjadi indikator penting dalam profesionalisme seorang atlet.
Servis bukan hanya sekadar pembuka permainan, tetapi juga merupakan strategi penting yang dapat menentukan kemenangan. Oleh karena itu, bagi pemain maupun pecinta badminton, memahami detail aturan servis adalah langkah awal untuk mendalami olahraga ini lebih jauh.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
