
Lifter putra Rizki Juniansyah usai mengikuti acara penyerahan bonus pada kontingen Indonesia yang berlaga di Olimpiade Paris 2024 di Istana Negara Jakarta (15/8/2024). (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Rizki Juniansyah membuktikan bahwa usia hanyalah angka dan siapapun mampu berprestasi tanpa memandang umur. Lifter asal Serang, Banten, itu sukses meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 di usianya yang masih 21 tahun.
Kijun, sapaan akrab Rizki Juniansyah, berhasil menyabet medali emas kelas 73 kilogram setelah menyelesaikan angkatan dengan total berat 354 kg. Terdiri dari angkatan snatch 155 kg dan clean and jerk 199 kg.
Total angkatan Kijun delapan kg lebih berat daripada lifter Thailand, Weeraphon Wichuma yang meraih medali perak dengan catatan 346 kg (snatch 148 kg dan clean and jerk 198 kg).
Rizki Juniansyah mengukir sejarah sebagai lifter pertama Indonesia yang berhasil meraih medali emas di ajang Olimpiade. Dia juga mencatatkan namanya sebagai pemegang Olympic Record untuk clean and jerk dengan angkatan 199 kg.
Keberhasilan Rizki Juniansyah meraih emas bukan hanya mengguncang publik Indonesia, tapi dunia. Sebab dia mampu melakukannya di usia 21 tahun, umur yang sangat muda untuk seorang lifter.
Tapi jika menilik latar belakang Rizki Juniansyah lebih dalam, medali emas yang didapat tak begitu mengherankan. Pasalnya, dia memang memiliki keluarga berlatar belakang atlet, khususnya angkat besi.
Rizki Juniansyah lahir di Serang, Banten pada 17 Juni 2003. Ayahnya, Mohammad Yasin merupakan mantan atlet angkat besi nasional dan pernah berprestasi di SEA Games 1983–1993. Sementara ibunya, Yeni Rohaeni, merupakan atlet angkat besi dari Provinsi Banten.
Selain itu, Rizki Juniansyah memiliki dua kakak yang juga menekuni angkat besi. Yakni Randy Maulida Yasin dan Riska Anjani Yasin. Kijun mulai mengenal olahraga tersebut saat kelas 4 SD dan kemudian berlatih bersama kakak-kakaknya di sasana milik ayahnya di rumah.
"Dari kecil aku suka iseng angkat-angkat besi di rumah. Aku juga terinspirasi oleh Ayah dan kakakku yang juga atlet angkat besi. Aku mulai berlatih dari umur tujuh tahun," kata Rizki dalam sebuah wawancara usai meraih emas Olimpiade Paris 2024.
"Tujuanku di angkat besi ingin membuktikan, karena meski dianggap kurang populer, tapi di berbagai kejuaraan dan olimpiade sering menyumbang medali. Baik perunggu, perak, dan sekarang emas,” ucap Rizki Juniansyah.
Keluarga lifter Rizki Juniansyah kian komplet pada 2012. Sang kakak, Riska resmi menikah dengan Triyatno, lifter yang meraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 dan perak Olimpiade London 2012.
Lingkungan yang mendukung itu pun tak disia-siakan oleh Rizki Juniansyah. Dia terus berlatih dengan giat dan tekun untuk mewujudkan mimpi-mimpinya di cabor angkat besi.
Kijun serius dan berhasil memenangkan medali pada beberapa kejuaraan daerah, yaitu PPLP 2018, Popda, Porprov, dan PON.
Tak cuma tingkat nasional, prestasi Rizki Juniansyah berlanjut di kancah internasional. Semua dimulai dengan meraih medali emas Asian Youth Championship 2020 saat masih remaja.
Setelah itu, medali demi medali terus didapat, termasuk emas Kejuaraan Dunia Junior 2021 dan 2022, serta emas Kejuaraan Asia Junior 2022.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
