
Islam Makhachev jadi salah satu petarung MMA paling berbahaya di UFC. Dia mulai belajar bela diri di usia 7 tahun. (Instagram/@espnmma)
JawaPos.com — Islam Makhachev kini menjadi salah satu bintang paling bersinar di divisi kelas ringan UFC, walau perjalanan menuju puncak dunia MMA tidaklah mudah. Islam Makhachev lahir dan dibesarkan di Makhachkala, Dagestan, sebuah wilayah yang dikenal melahirkan petarung-petarung tangguh, termasuk Khabib Nurmagomedov.
Namun, meskipun sama-sama lahir di lingkungan yang keras, Islam Makhachev membuktikan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh lingkungan, tetapi juga oleh dedikasi dan kerja kerasnya yang tak kenal lelah.
Sejak usia tujuh tahun, Islam Makhachev sudah mulai mengenal dunia seni bela diri melalui latihan taekwondo. Di masa kecilnya yang dihabiskan di desa terpencil Burshi, dia sudah menunjukkan bakat yang luar biasa dalam mempelajari gerakan-gerakan bela diri.
Taekwondo menjadi pintu masuk pertama bagi Islam Makhachev untuk mengenal dunia olahraga tempur. Namun, perjalanan kariernya dalam seni bela diri tidak berhenti di situ. Saat memasuki masa sekolah, dia beralih ke sanda, seni bela diri Tiongkok yang memadukan elemen tinju dan gulat.
Pada titik inilah pertemuannya dengan dua tokoh penting dalam hidupnya terjadi, Abubakar dan Khabib Nurmagomedov. Melihat kesuksesan Khabib di MMA, Islam Makhachev merasa terinspirasi untuk mengikuti jejaknya.
Meski awalnya menekuni gulat gaya bebas, Islam Makhachev kemudian menemukan panggilan sejatinya di seni bela diri campuran (MMA) di bawah bimbingan Abdulmanap Nurmagomedov, ayah dari Khabib.
Di bawah asuhan Abdulmanap, Islam Makhachev mulai membangun dasar-dasar teknik gulat dan sambo yang kini menjadi ciri khas gaya bertarungnya di Octagon.
Namun, ambisi Islam Makhachev tidak datang tanpa pengorbanan. Saat memutuskan untuk menekuni karier di MMA, dia juga mendaftarkan diri di Universitas Negeri Dagestan, mengambil jurusan pendidikan jasmani dan olahraga.
Untuk mendukung keuangan selama masa studinya, Islam Makhachev bekerja sebagai penjaga keamanan. Meskipun pekerjaannya menuntut fisik, majikannya memberi fleksibilitas bagi Islam Makhachev untuk melanjutkan latihan MMA-nya. Bahkan, ketika Islam Makhachev harus absen untuk berkompetisi, majikannya tetap membayarnya.
Kemampuan Islam Makhachev tidak hanya diakui di dunia MMA. Dia juga menunjukkan bakat yang luar biasa di cabang olahraga Sambo, seni bela diri khas Soviet. Pada 2014, Islam Makhachev membuktikan keunggulannya di atas matras dengan meraih kemenangan di divisi -74 kg pada Kejuaraan Sambo Tempur Nasional Rusia.
Prestasi ini mengantarkannya ke kejuaraan dunia yang digelar di Jepang. Namun, impian Islam Makhachev untuk bertanding di Kejuaraan Dunia Sambo 2014 harus kandas ketika dia didiagnosis memiliki masalah jantung yang memaksanya mundur dari kompetisi.
Dalam mengatasi masalah kesehatan ini, Islam Makhachev menjalani prosedur Radiofrequency Ablation (RFA), sebuah metode pengobatan yang menggunakan energi listrik untuk mengatasi masalah pada jaringan jantung yang menyebabkan gangguan irama.
Meski sempat dihantam dengan masalah kesehatan yang bisa saja mengakhiri kariernya, Islam Makhachev tidak pernah menyerah. Sebaliknya, dia terus berprestasi dan kembali memenangkan kejuaraan nasional pada 2016, serta meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Sambo Tempur pada tahun yang sama.
Setelah mencatat prestasi gemilang di Sambo, Islam Makhachev semakin mantap untuk beralih sepenuhnya ke MMA. Debutnya di MMA dimulai di M-1 Global, sebuah promotor terkemuka asal Rusia.
Pada 12 Februari 2011, Islam Makhachev berhadapan dengan Tengiz Khuchua dan mencatat kemenangan KO pada ronde pertama. Kemenangan itu menandai awal dari rangkaian kemenangan tak terkalahkan yang membawanya pada rekor 11-0.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
