Atlet MMA Indonesia Jeka Saragih terus mematangkan teknik ground fightingnya setelah kalah dari Westin Wilson pada Juli lalu. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menjadi petarung mixed martial arts (MMA) Indonesia pertama yang tampil di Ultimate Fighting Championships (UFC) tak membuat Jeka Saragih tinggi hati. Sebaliknya, atlet asal Simalungun, Sumatera Utara itu sadar bahwa kemampuan dirinya masih jauh dari kata sempurna.
Kiprah Jeka Saragih di dunia MMA memang sangatlah mentereng. Dia mencuri perhatian saat sukses menembus UFC, organisasi MMA terbesar di dunia. Debutnya pun terbilang sensasional karena Jeka Saragih mampu menang knock out (KO) Lucas Alexander dalam waktu 1 menit 31 detik pada November 2023 lalu.
Namun Jeka Saragih tak mampu melanjutkan performa apiknya pada pertarungan kedua melawan Westin Wilson pada Minggu, 16 Juni 2024 lalu. Atlet MMA andalan Tanah Air itu kalah setelah terkena teknik kuncian Wilson yang dikenal sebagai ahli submission.
Dalam pertarungan itu Jeka Saragih tak mampu menghindari teknik grappling dan ground fighting yang diterapkan oleh Wilson. Hasilnya dia kalah dalam pertarungan singkat berdurasi 1 menit 40 detik.
Jeka Saragih mengakui kekalahan itu. Dia pun sadar hasil tersebut didapat lantaran dirinya lemah dalam hal ground fighting. Jeka pun bertekak untuk lebih baik lagi dengan mematangkan teknik tersebut.
"Ya kiatnya harus perdalam, kita harus lebih sering latihan ground fighting-nya. Kalau misal kemarin dalam satu minggu saya latihan cuma 7-8 kali latihan grappling, nah saya mungkin harus cari tambahan waktu lagi supaya bisa lebih mendalami di ground fighting-nya," kata Jeka Saragih ditemui saat menjadi pelatih workshop Mola di Beat Up Camp, Patal Senayan, Minggu (1/9) siang.
Di satu sisi, Jeka Saragih sadar bahwa sulit bagi dirinya untuk melebihi kemampuan para petarung top UFC untuk urusan ground fighting. Tapi setidaknya, kata Jeka, dia harus bisa mengimbanginya.
"Minimal saya harus bisa ketika diajak di ground fighting bisa escape ataupun keluar dari serangan-serangan lawan. Kalau untuk bersaing mungkin sangat jauh lah ya, tapi saya nggak pernah menyerah. Saya harus kejar, harus bisa di level orang itu juga kalau untuk di ground fighting-nya," jelas Jeka.
Lantas kapan Jeka Saragih akan kembali masuk oktagon?
"Waktu dekat ini belum ada, karena kan semua diatur dari manajer kita kan. Promotor sudah menentukan siapa-siapa nanti lawan kita dan kapan nanti kita tanding," pungkasnya.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
