
Ni Nengah Widiasih atau akrab disapa Widi berpose dengan medali yang diraihnya. (Istimewa)
JawaPos.com - Ni Nengah Widiasih atau akrab disapa Widi, merupakan atlet angkat berat dari Indonesia. Wanita enerjik ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dalam olahraga angkat berat (powerlifting) di Asia. Widi lahir di Karangasem, Bali pada 12 Desember 1992.
Saat berusia tiga tahun, Widiasih sakit panas tinggi. Anak kedua dari empat bersaudara itu terkena polio, yang menyebabkan kakinya tidak bisa berfungsi normal. Sejak kejadian itu, Widi harus hidup dengan kursi roda.
Kakak sulungnya yang juga atlet angkat berat I Gede Suantaka, mendorongnya ikut Kejuaraan Nasional Angkat Berat 2011 yang berlangsung di Bali. Suantaka merupakan salah satu sosok yang kerap memberikan semangat dan bimbingan kepada Widiasih untuk berlatih angkat berat.
Latihan untuk mengikuti kejurnas cukup singkat namun sangat intensif, membuatnya merebut medali emas. Keberhasilan itu semakin melecut semangatnya. Ditambah, kakak dan teman-temannya selalu mendampinginya berlatih. Widi resmi masuk ke pusat pelatihan nasional di tahun 2012.
Perjuangan keras Widiasih mengantarkannya menjadi atlet berprestasi. Di level ASEAN Para Games, ia langganan mendapatkan medali emas hingga sekarang. Sementara di level Asia, Widi memperoleh dua medali perak di Asian Para Games pada tahun 2014 dan 2018.
Catatan prestasinya semakin cemerlang dengan raihan medali perunggu di ajang Paralimpiade Rio de Jainero 2016. Puncaknya adalah raihan medali perak kategori angkat berat kelas 41 kg di event Paralimpiade Tokyo 2020.
Spirit Start Your Impossible pada Diri Ni Nengah Widiasih
Ni Nengah Widiasih terpilih ke dalam project Start Your Impossible sejak ajang Paralimpiade Tokyo 2020. Ia terpilih sebagai Hero yang mewakili Indonesia bersama Marcus Gideon, salah satu atlet kelas dunia di cabang olahraga badminton ganda putra.
Widi terpilih sebagai Hero di bidang Kid’s Empowerment, untuk akses yang lebih luas bagi anak-anak karena sebagian besar mereka di daerah terpencil tidak mempunyai impian besar. Dengan Start Your Impossible, diharapkan dapat menginspirasi anak-anak tersebut untuk meraih impian.
Di Paris 2024, Widi kembali masuk ke dalam Global Team Toyota Athletes (GTTA) Asia yang berpartisipasi dalam kampanye Start Your Impossible. Ni Nengah terpilih sebagai Dual Hero atas prestasi dan dedikasi yang luar biasa terhadap dunia olah raga serta komunitas di lingkungannya.
Salah satu harapannya adalah kemudahan akses bagi disabilitas untuk berlatih di gymnasium dengan menyediakan akses ramp dan pintu akses masuk yang lebih besar. Ia menginginkan kemudahan akses untuk kursi roda, supaya para atlet yang memiliki keterbatasan bisa semakin bebas bergerak dan menggapai impiannya.
Ni Nengah akan mewakili Indonesia dan berkontribusi pada semangat inklusi serta sportivitas yang dibawa oleh Toyota sebagai Worldwide Mobility Partner. Keberhasilannya menginspirasi banyak orang dan menegaskan komitmen Toyota terhadap dukungan kepada olahragawan global.
Sebagai informasi, Toyota menjalin kerjasama dengan 11 atlet dari Indonesia, India, Malaysia, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam yang berkompetisi di Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024. Susunan lengkap 11 atlet Tim Toyota Asia adalah:
- Indonesia: Ni Nengah Widiasih, Para Powerlifting
- India: Murali Sreeshankar, Atletik
- Malaysia: Abdul Latif Romly - Lompat Jauh – Para Atletik
- Nepal: Nabita Shresta – Tenis Meja
- Pakistan: Arshad Nadeem – Atletik
- Filipina: Carlos Yulo - Senam Artistik
- Filipina: Ernie Gawilan - Para Renang
- Singapura: Toh Wei Soong - Para Renang
- Thailand: Kunvalut Vitidsarn - Bulutangkis
- Thailand: Pongsakorn Paeyo - Balap Kursi Roda - Para Atletik
- Vietnam: Lê Văn Công - Para Powerlifting.
Atlet yang tergabung dalam GTTA Asia merupakan orang-orang pilihan yang memiliki kontribusi kuat dalam dunia olahraga dan masyarakat sehingga memperoleh predikat Dual Hero. Pemilihan atlet yang mendapatkan predikat ini juga melalui penilaian yang ketat.
Olahragawan yang terpilih sebagai Dual Hero, tidak hanya mengejar Sport Impossible untuk mencatatkan prestasi kelas dunia, namun juga memperjuangkan Social Impossible dengan memberikan kontribusi lebih besar kepada komunitasnya, serta menginspirasi banyak orang.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
