
TETAP SEMANGAT: Christo saat dijenguk Ade Armando (dua dari kanan), dosennya semasa kuliah di komunikasi UI, tahun lalu.
Dalam kondisi tak bisa menggerakkan tubuh akibat kecelakaan, Christoforus Laksono Baskoro setia menyaksikan dan mendukung Jonatan Christie.
RIZKY AHMAD FAUZI, Jakarta
---
BISA dibayangkan luapan kegembiraan Christoforus Laksono Baskoro saat sang idola, Jonatan Christie, sukses meraih gelar di Kejuaraan Badminton Asia kemarin (14/4).
Sebagaimana dulu dia juga berteriak histeris setelah mendapat video ucapan dari pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo tersebut.
Dalam video berdurasi 1 menit yang sempat disaksikan Jawa Pos itu, Jojo juga meminta maaf karena belum bisa menjenguk secara langsung. Sebab, setelah menjuarai tunggal putra All England bulan lalu, dia langsung berkonsentrasi mempersiapkan diri menuju Olimpiade Paris 2024.
”Mungkin next ya atau ketika aku ada waktu usahakan ke sana. Jadi, aku mohon maaf sebesar-besarnya untuk saat ini aku belum bisa ke sana,” ujar Jojo dalam video tersebut.
Pebulu tangkis didikan PB Djarum itu mendoakan Christo –sapaan akrab Christoforus Laksono Baskoro– sekeluarga mendapatkan hal terbaik. ”Kita juga sama-sama berdoa yang terbaik buat Christo dan semangat selalu untuk tante, Christo, dan keluarga. Jangan pernah putus asa karena harapan itu selalu ada. Tuhan selalu ada untuk Christo dan tante sekeluarga,” ucapnya.
Christo, penggemar berat Jojo, mengalami kecelakaan tunggal pada 3 Desember 2012 di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Dia masih berstatus mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Indonesia semester V ketika hari kelabu itu menimpa.
Dampaknya, pria kelahiran 2 Mei 1992 itu tidak bisa menggerakkan anggota tubuh. Dia juga jadi tidak bisa berbicara. Hasil CT scan ketika itu memperlihatkan Christo mengalami patah tulang belikat kiri dan pendarahan di otak. Pendarahan tersebut cukup parah. Ada pembuluh darah besar di otaknya yang pecah.
Namun, ada satu hal yang membuat penulis kumpulan puisi dan cerpen bertajuk Teorema Pagi itu selalu bisa bersemangat: menonton permainan Jonatan di tiap turnamen, apalagi kalau kemudian berujung gelar. ”Ketika dapat video dari Jonatan sih Christo langsung teriak. Haduh saya terharu banget, saya sampai meneteskan air mata,” ungkap Regina Maria, sang ibunda, kepada Jawa Pos dengan suara bergetar.
Bambang Tridjoko, ayah Christo, menuturkan, sang anak memang sangat mengidolakan Jonatan. Bermula sejak Jojo menjuarai Asian Games 2018, Christo hampir tak pernah absen menyaksikan penampilan pemain yang pernah tampil dalam film King tersebut lewat televisi yang terpacak dekat tempat tidur tempat dia berbaring. Atau melalui layanan streaming.
Menyaksikan suami Shania Junianatha itu adalah pemacu kebahagiaan dan semangat Christo. ”Jadi, Christo tuh kalau merasa senang dia ketawa dan berteriak begitu. Kalau nggak senang biasa aja, datar,” ungkap Bambang.
Bambang menuturkan, perjalanan yang dilalui Christo untuk memulihkan kondisi panjang. Beberapa kali sudah menjalani operasi bagian kepala.
Sedikitnya ada 12 dokter spesialis yang pernah menangani penyembuhan Christo. ”Sampai sekarang pun masih belum tahu seperti apa. Karena dia masih belum bicara dan menggerakkan tubuhnya,” ungkapnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
