
Legenda Bulutangkis Indonesia Taufik Hidayat (ANTARA/HO)
JawaPos.com – Mantan pebulu tangkis tunggal putra Indonesia yang juga mentor ad hoc PBSI, Taufik Hidayat, menekankan pentingnya terus mengasah kekuatan mental beriringan dengan kemampuan fisik pemain tunggal putra yang kini bersaing untuk merebut tempat dalam Olimpiade Paris 2024.
“Paling penting untuk Olimpiade ini, lebih ke spirit mereka. Kita sudah harus meyakinkan mereka, bahwa Olimpiade ini bukan seperti All England, ini empat tahun sekali. Jadi, kalau tidak sekarang, kapan lagi?” kata Taufik di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Selasa.
“Jadi ini kesempatan besar, dan ranking itu masalah angka saja. Yang penting mereka yakin, fisiknya bisa, tekniknya mampu, tinggal mentalnya bagaimana di lapangan,” kata dia.
Peraih medali emas Olimpiade 2004 Athena itu berharap, dua tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie bisa memantapkan fokus pada 150 hari terakhir menjelang Olimpiade Paris pada Juli nanti.
“Kesempatan tinggal 3-4 bulan, setelah itu selesai, dan hanya bisa ditentukan di pertandingan. Harapannya dengan adanya tim ad hoc ini bisa membantu, meski tidak banyak… Kita tidak mau juga bulu tangkis sampai drop, apalagi ada tradisi emas di bulu tangkis,” jelas Taufik.
Juara dunia 2005 itu menilai persaingan tunggal putra dunia kini sudah merata. Viktor Axelsen, yang menduduki peringkat satu dunia dan ranking Race to Olympics, sudah mulai mengalami dinamika dengan hanya memilih turnamen yang ia prioritaskan.
Taufik berharap Ginting dan Jonatan menjaga kondisi fisik mereka dan menyusun strategi yang tepat agar tampil maksimal dalam Olimpiade.
“Mereka dan pelatih harus mengatur secara strategi latihan apa saja yang mesti dijalani. Dan yang penting jangan sampai cedera karena membutuhkan waktu yang lama (untuk pulih kembali). Jadi di pertandingan benar-benar harus dijaga,” saran Taufik.
Peraih medali emas Asian Games 2006 Doha itu meminta Ginting dan Jonatan menjadikan harapan para pendukung agar mereka membawa pulang medali Olimpiade Paris ke Indonesia sebagai motivasi, alih-alih beban.
“Apalagi Ginting punya pengalaman medali (perunggu Olimpiade 2020 Tokyo) juga sebelumnya, dan itu harus jadi motivasi. Saya berharap mereka menganggap ini Olimpiade terakhir, karena belum tentu empat tahun lagi mereka main. Ini kesempatan paling besar,” kata Taufik.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
