
Legenda bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata
JawaPos.com - Eks pemain dan pelatih bulu tangkis legendaris Christian Hadinata ditunjuk sebagai tim ahli PP PBSI. Pengalamannya diharapkan bisa membantu dalam memberikan masukan kepada tim pelatih dan atlet terkait semangat juang di lapangan.
Nama Christian Hadinata begitu populer di badminton Indonesia. Prestasi dan titel juara bergengsi pernah direbut pria yang saat ini berusia 73 tahun itu. Mulai 4 emas dan 2 perak di ajang Piala Thomas hingga capaian 5 emas, 3 perak, serta 2 perunggu Asian Games.
Koh Chris –sapaan Christian Hadinata– menuturkan, tugasnya di PP PBSI adalah memberikan pemahaman soal hal krusial buat pemain. Yakni, disiplin latihan dan mengatur konsentrasi sebagai suatu kebutuhan. Dan bukan menjadi beban. ’’Jadi, latihan itu memang kebutuhan seperti kita membutuhkan makan,’’ ucap Koh Chris.
Untuk tim pelatih, Koh Chris bakal terus mengingatkan agar sang pelatih bisa membangun komunikasi yang baik dengan atlet. Salah satunya menyampaikan program yang jelas dan bisa diterima atlet untuk menunjang prestasi. ’’Itu sih inti tugasnya. Kalau hal-hal seperti teknik dan fisik itu sudah ada bagiannya,’’ ujarnya.
Koh Chris melihat posisinya di PP PBSI itu mirip seperti konsultan atau pendamping bagi atlet dan pelatih di seluruh sektor yang ada. Koh Chris efektif menjalankan perannya per Agustus lalu.
Dalam pemantauannya, terdapat beberapa problem besar yang dihadapi pemain saat ini. Misalnya soal tekanan untuk berprestasi setiap turun di turnamen. Apalagi, adanya media sosial menjadikan semuanya bebas menumpahkan caci maki untuk kegagalan pemain.
Menurut Koh Chris, jika pintar mengelola medsos, seharusnya bisa banyak membantu. Namun, harus ditekankan bahwa tugas utama atlet itu adalah latihan keras. Sebab, apa yang didapat atlet saat ini berkat bulu tangkis. ’’Bukan dilarang. Itu (medsos) bisa sangat membantu. Tapi di-manage dengan baik. Supaya prestasinya panjang,’’ katanya.
Selain itu, Koh Chris melihat adanya kendala fisik bagi kebanyakan pemain Indonesia. Perihal ini, dia sudah menyampaikan agar daya tahan otot atlet bisa meningkat.
’’Itu yang jujur kita masih kurang dibanding dengan lawan Tiongkok, Jepang, Korea. Dari awal hingga rubber game pukulannya sama begitu saja. Kecepatan anak-anak kita cenderung menurun. Seperti daya tahan otot anak-anak itu yang tidak tahan lama,’’ ungkapnya.
Kabidbinpres PP PBSI Rionny Mainaky menyatakan, soal Koh Chris sebelumnya sudah ada pertemuan. ”Jadi, dia sebagai tim ahli,’’ ujar Rionny.
Terkait tugas, Rionny menyebutkan bahwa sang legenda sejak pagi sudah datang ke Pelatnas PP PBSI di Cipayung untuk bisa melihat dan memberi masukan ke pelatih dan pemain. ’’Kira-kira berbagi pengalaman-pengalaman apa yang pernah dia alami,’’ ucap Rionny.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
