
Komang Ayu Cahya
JawaPos.com – Tunggal putri Komang Ayu Cahya Dewi memastikan tiket perempat final Indonesia Masters 2023 usai memenangi duel sesama wakil Indonesia, Stephanie Widjaja, dengan skor 21-17, 12-21, 21-14.
Dalam laga yang digelar di GOR PBSI Jalan Pancing, Medan, Kamis (7/9), pemain asal Pulau Dewata itu mengaku sempat kesulitan menghadapi Stephanie mengingat kondisi kakinya mengalami sedikit masalah saat latihan.
Beruntung juara Nantes International Challenge 2023 itu mampu tampil tenang untuk meraih kemenangan dalam tempo 52 menit.
“Kondisi kaki saya sempat bermasalah saat latihan. Saya mau pemulihan terlebih dahulu setelah ini untuk bisa mengarungi sisa turnamen,” ungkap tunggal putri rangking 56 dunia itu.
“Pada laga hari ini saya sudah mengenal karakter lawan mengingat setiap harinya berlatih bersama di Pelatnas Cipayung. Saya cukup menguasai kekurangan dan kelemahan lawan,” tambah runner-up Denmark Masters 2023 itu.
Di perempat final, Komang Ayu Cahya Dewi akan berhadapan dengan pemenang laga antara wakil Malaysia Karupathevan Letshanaa melawan Huang Yu-Hsuan (Taiwan).
Tercatat wakil Indonesia lainnya yang masih bertahan dari sektor tunggal putri di Indonesia Masters 2023 adalah Ester Nurumi Tri Wardoyo.
Juara Xpora Indonesia International Challenge 2023 itu berupaya menyusul Komang ke perempat final dengan menghadapi tunggal putri Thailand Pornpicha Choeikeewong.
Sementara perjuangan tunggal putri Indonesia, Deswanti Hujansih Nurtertiati, di turnamen bulutangkis Indonesia Masters 2023 harus terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari wakil Jepang Riko Gunji.
Tunggal putri kelahiran 3 Desember 2004 itu menyerah dalam pertarungan rubber game yang berakhir 22-20, 13-21, 13-21.
Pada pertandingan ini tunggal putri rangking 279 dunia itu sejatinya bisa menyulitkan runner-up Indonesia Masters 2022 tersebut. Tercatat pada gim pertama, Deswanti mampu mengambil keunggulan dengan skor 22-20.
Tren positif di gim pertama sayang tidak berlanjut di gim kedua karena permainan Deswanti menurun, sehingga wakil Negeri Matahari Terbit itu mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Pada gim penentuan, permainan Deswanti terlihat semakin menurun sehingga akhirnya harus menyerah dalam tempo 62 menit.
“Pada pertandingan ini saya kurang bisa mengantisipasi gaya bermain lawan yang bermain cepat di depan net. Hal tersebut tidak terlihat pada gim pertama karena masih meraba-raba strategi yang ingin dimainkan,” ungkap juara Lithuanian International 2023 itu.
Kekalahan ini membuat Deswanti berkomitmen melakukan pembenahan, khususnya fisik dan kecepatan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
