
Petenis putri Indonesia Priska Madelyn Nugroho berpose setelah mengikuti upacara penyambutan atlet SEA Games di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (15/5/2023). (ANTARA/RAUF ADIPATI)
JawaPos.com - Petenis nasional Indonesia Priska Madelyn Nugroho mengatakan ia hanya mengandalkan semangat juang pada pertandingan final tunggal putri, yang berujung dengan kemenangan untuk membuat dirinya memenangi medali emas.
Pada pertandingan final melawan petenis Thailand Lanlana Tararudee tersebut, Priska berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 6-7 (1-7), 7-6 (7-4), dan 7-5. Namun pertarungan sebenarnya benar-benar berat bagi petenis 19 tahun itu, karena ia sempat tertinggal jauh dari sang lawan, namun kemudian berhasil mengejar dan menjadi pemenang.
"Ya panas itu benar-benar bikin challenge lebih ya. Badan lebih cepat capek, lebih cepat pegal, lebih cepat dehidrasi, dan ya itu semua terjadi kemarin. Apalagi aku main empat jam di partai final. Itu challenge yang beda juga di tempat lain, kemarin itu di Phnom Penh panas banget," ucap gadis yang pernah menjuarai Australian Open Junior nomor ganda putri itu.
Selain memenangi medali emas dari nomor tunggal putri, Priska pun turut berkontribusi dalam tim yang memenangi medali emas beregu putri. Ia pun bangga dengan pencapaiannya tersebut.
"Ya ini pasti aku dapat banyak banget pengalaman ya main di SEA Games, karena kan ini event yang bisa dibilang besar, dan kemarin itu match-nya juga banyak yang tough, banyak yang sulit. Dan aku bisa mengatasi itu jadi itu memberikan aku kepercayaan diri yang lebih," tutur Priska.
Dengan prestasinya ini, Priska kemungkinan besar akan diproyeksikan untuk mengisi tim Piala Fed dan Asian Games. Namun ia menyatakan bahwa belum mendapat perkembangan terbaru tentang tim Indonesia untuk dua ajang besar itu, dan akan fokus pada mengikuti turnamen-turnamen di luar negeri.
"Setelah ini aku istirahat dulu, karena memang kemarin capek banget ya dalam dua minggu non stop aku main single setiap hari. Jadi aku bakal istirahat mungkin sekitar dua minggu, setelah itu akan tanding lagi," ujar petenis yang saat ini berada di peringkat 273 WTA untuk tunggal putri tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
