Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Mei 2023 | 19.28 WIB

SEA Games Terkocak, Timnas Valorant Indonesia Raih Emas Bersama Singapura

Timnas Esports valorant Indonesia akhirnya mendapatkan medali emas setelah menang banding saat diduga dicurangi Singapura di final SEA Games 2023. - Image

Timnas Esports valorant Indonesia akhirnya mendapatkan medali emas setelah menang banding saat diduga dicurangi Singapura di final SEA Games 2023.

JawaPos.com – Timnas Esports valorant Indonesia menang banding atas kecurangan yang terjadi di final kontra Singapura di SEA Games 2023. Uniknya, panitia secara musyawarah dan mufakat memberikan medali emas kepada Indonesia dan Singapura.

Luar biasa jika mendengar kabar tersebut, meski valorant Indonesia sempat dinyatakan kalah dan berhak atas perak. Itu terjadi setelah Merah Putih memutuskan mundur pada gim kedua saat menjalani pertandingan kontra Singapura, Rabu (10/5).

Pemicu langkah mundur Indonesia tak lepas dari kecurangan yang dilakukan Singapura di pertandingan itu, yakni memanfaatkan celah kerusakan dalam game (bug).

Strategi yang dilakukan Singapura ini membuat mereka bisa leluasa memantau pergerakan pemain Indonesia, terlebih pemain yang menggunakan karakter Cypher.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ligagame Esports Indonesia (@ligagame_tv)

Singapura dapat melihat pergerakan pemain lain, termasuk lawan. Mereka juga dapat mengantisipasi pergerakan Indonesia dengan penggunaan bug tersebut.

Pengamatan itu terlihat ketika kedua tim menjalani gim pertama, di mana Singapura berhasil memenangi laga awal dengan mudah dalam format best of three. Ketika memasuki gim kedua, Singapura kembali mendominasi jalannya permainan.

Di sinilah letak kecurigaan tim pelatih Indonesia hingga meminta technical pause. Indonesia menduga adanya kecurangan yang dilakukan pihak Singapura, walau panitia menganggap aktivitas itu sebagai pelanggaran ringan.

"Keputusan terakhir tim Indonesia memilih untuk tidak bermain karena panitia SEA Games 2023 menganggap bug abuse ini adalah pelanggaran ringan dan tak perlu ada punishment untuk tim Singapura," jelas salah satu atlet Valezka. "Jadi, tim Indonesia memilih untuk tidak bermain karena untuk menjaga martabat bangsa kita," imbuh dia.

Wakil Pelatih Esports Timnas Indonesia, Richard Permana mengatakan, tim Singapura melakukan bug Cypher ini sebanyak tiga kali di ronde yang berbeda. Dalam Instagram Stories lainnya, Richard menyebut bahwa bug-bug seperti ini dilarang dilakukan di skema kompetitif karena merupakan sebuah kecurangan yang bisa mengurangi pengalaman bermain di dalam game.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore