
Bulgaria
JawaPos.com-Petinju juara dunia kelas berat versi WBA, IBF, dan WBO, Anthony Joshua Sabtu (25/9) waktu setempat akan meladeni perlawanan petinju Ukraina Oleksandr Usyk. Duel akan berlangsung di hadapan 60 ribu penonton yang bakal memadati Tottenham Hotspur Stadium.
Itu akan menjadi pertarungan ketiga Usyk di kelas berat sejak pindah dari kelas jelajah atau cruiserweight. Di sisi lain, duel tersebut bakal menjadi kali ketiga berturut-turut bagi Joshua untuk mengamankan sabuk juara dunia yang telah dia dapatkan Desember 2019.
Kepada ESPN, Joshua menyebutkan secara gamblang bahwa hal yang paling dia waspadai dari duel melawan Usyk itu adalah kenyataan lawannya tersebut merupakan petinju kidal. Jika melihat histori pertarungan yang pernah dijalani Joshua, hal itu memang wajar.
Petinju 31 tahun Inggris tersebut selama ini memang sangat jarang bertarung melawan petinju kidal. Dari 25 duel yang telah dia jalani di pentas profesional sejak 2013, Joshua tercatat hanya sekali tanding melawan petinju kidal. Itu pun sudah sangat lama.
Terjadi pada 2016 silam saat menghadapi petinju Amerika Serikat (AS) Charles Martin. Di laga itu Joshua menang KO di ronde ketiga.
Kekhawatiran Joshua makin besar karena di lain sisi Usyk malah terbiasa bertarung melawan petinju ortodok alias dengan pukulan utama tangan kanan. Usyk datang dengan rekor tak terkalahkan dalam 18 pertarungan (13 KO).
Di lain sisi, Joshua datang ke laga ini dengan punya rekor 24 kali menang (22 KO) dan sekali kalah.
”Untuk menghadapi petarung kidal seperti dia, aku harus belajar lagi memosisikan kaki. Aku juga mempelajari bagaimana mengantisipasi serangan balik yang biasa dilakukan petinju kidal,” ucap Joshua dilansir ESPN.
Dalam tiga bulan terakhir, Joshua berusaha membiasakan itu dalam latihan. Dia juga melakukan tiga kali latih tanding dengan petinju kidal di training camp menuju duel Sabtu besok.
”Yang menjadi ancaman terbesar adalah dia sudah terbiasa menghadapi petinju ortodok. Di lain sisi, aku membiasakan diri melawan petinju sepertinya baru tiga bulan terakhir,” tambah Joshua.
Karena fakta itu pula, beberapa pengamat berani memprediksi Usyk bakal menyulitkan Joshua. Salah satunya adalah mantan juara dunia kelas welter Tim Bradley.
Mantan petinju AS itu mengatakan, jika tidak berhati-hati melawan Usyk, bukan tidak mungkin Joshua kehilangan sabuk juara dunia kelas berat versi WBA, IBF, WBO, dan IBO yang dikuasainya saat ini.
”Aku tidak berani menyebut siapa yang menang. Tapi, jujur aku lebih mendukung sosok underdog. Aku yakin Usyk bisa menyulitkan Joshua,” ucap Bradley dilansir USA Today.
Petinju yang pensiun pada 2016 itu mengatakan, Usyk harus melakukan strategi bertarung menjaga jarak. Hal itu akan menyulitkan Joshua yang gaya bertarungnya cenderung agresif dan selalu berusaha menghabisi lawan secepat-cepatnya dengan pukulan keras dari tangan kanannya.
”Joshua akan membidiknya dengan pukulan uppercut kanan dan hook kiri. Tapi, jika dia bisa terus menjaga jarak, lantas mencari cara untuk mendapatkan celah di pertahanan Joshua, dia bisa menjadi pemenang laga ini,” tambah Bradley.
Usyk datang dengan impian mengembalikan kejayaan petinju Ukraina di kelas berat. Kali terakhir petinju Ukraina menguasai sabuk juara kelas berat adalah pada era dua bersaudara Vitali dan Wladimir Klitschko. Keduanya menguasai kelas tersebut pada medio 2004 hingga 2015.
”Bertarung melawan Joshua adalah tujuan utamaku sejak dulu,” ucap Usyk. ”Jelas aku tidak akan melewatkan begitu saja kesempatan untuk menjadi juara dunia ini,” tambah petinju 34 tahun tersebut dilansir ESPN.
Sebelum naik ke kelas berat, Usyk adalah penguasa sabuk juara dunia kelas jelajah. Dia melakukannya pada medio 2016 hingga 2018 dan tak terkalahkan di enam laga berturut-turut.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
