
Photo
JawaPos.com - Performa ganda putra Malaysia Goh V Shem/Tan Wee Kiong boleh dibilang jeblok dalam 3 tahun belakangan. Setelah masuk final di Dubai World Superseries Finals 2016 silam, mereka tidak pernah lagi menjejakkan kaki di laga pamungkas turnamen besar.
Setelah mengguncang jagat bulu tangkis usai meraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016, performa V Shem/Wee Kiong memang meredup di tiga tahun berikutnya. Mereka bahkan harus dicerai pada 2017 akibat persoalan pribadi.
Rujuk kembali pada 2018, V Shem/Wee Kiong juga belum bisa menunjukkan taring mereka seperti dulu. Tantangan untuk keduanya kian besar setelah mereka memutuskan hengkang dari timnas bulu tangkis Malaysia dan menjadi pemain independen pada 2019.
Selama menjadi pemain independen, mereka memang sudah tiga kali masuk ke babak final turnamen BWF level super 300. Namun, tidak satu kalipun mereka berhasil menembus babak final turnamen besar.
Penantian panjang itu akhirnya berakhir di Thailand Terbuka 2021. Setelah melewati 2020 tanpa pemasukan sama sekali dari turnamen bulu tangkis akibat Covid-19, V Shem/Wee Kiong kini sudah siap membawa pulang hadiah minimal sebesar 35.000 USD atau sekitar Rp 495 juta setelah sukses menembus babak final. Jika mereka berhasil berdiri di podium tertinggi, 74.000 USD atau sekitar Rp 1 miliar sudah menanti mereka.
V Shem/Wee Kiong sukses mengembalikan reputasi mereka sebagai salah satu ganda putra terbaik dunia setelah menundukkan peluru muda Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin dengan skor 21-19 dan 21-10. Di partai final yang akan berlangsung pada Minggu (17/1) siang nanti, mereka sudah ditunggu pasangan Taiwan Lee Yang/Wang Chi Lin.
Bisa kembali menapakkan kaki di final turnamen besar, keduanya mengaku sangat senang. "Ini tentu hal yang sangat bagus untuk kami. Kami akan berusaha terus menikmati setiap pertandingan sambil terus menjaga standar permainan yang tinggi," ujar Wee Kiong dilansir dari laman BWF.
Menyoal pergumulan mereka di 2020, keduanya mengatakan bahwa sebagai pemain independen, mereka diterjang oleh banyak persoalan yang harus diselesaikan.
"Pendapatan kami tahun lalu betul-betul nol, sementara kami punya keluarga yang harus dinafkahi. Pertanyaan besarnya tentu adalah bagaimana cara kami mengatur hidup. Kami pun masih terus belajar," ujar V Shem.
Karena sudah tidak di bawah naungan tim nasional, keduanya menuturkan bahwa mereka tidak bisa hanya memikirkan bulu tangkis saja. "Ketika masih di tim nasional, semua kebutuhan dan jadwal sudah disiapkan. Sekarang, kami harus atur semuanya sendiri sambil mengurus hal-hal lainnya. Kami bersyukur sponsor-sponsor kami tetap mendukung hingga saat ini," tutup Wee Kiong.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
