Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Desember 2020 | 05.44 WIB

Setelah Delapan Tahun, Atlet Indonesia Akhirnya Dapat Bonus Olimpiade

citra febriyanti Olimpiade London 2012 Antara - Image

citra febriyanti Olimpiade London 2012 Antara

JawaPos.com-Mantan lifter nasional Citra Febrianti akhirnya resmi menerima bonus dari pemerintah. Ini setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyatakan atlet asal Lampung itu berhak atas medali perak pada Olimpiade London 2012.

Dalam acara penyerahan bonus di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (21/12), Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyatakan bahwa bonus tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mengapresiasi atlet berprestasi. Menpora menyerahkan bonus sebesar Rp 400 juta kepada Citra.

“Kejadian delapan tahun lalu, tetapi tetap masih kami lakukan karena ini komitmen pemerintah untuk memberikan apresiasi kepada atlet walaupun itu sudah terjadi lama,” ujar Zainudin seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Bintang Indonesia Impresif, Masuk List Top Scorer Liga Teratas Jepang

Melalui surat resmi tertanggal 19 November 2020, IOC memastikan medali perak untuk Citra. Dia sebelumnya menempati peringkat keempat kelas 53 kilogram.

Namun, komisi disiplin IOC pada 2016 mendiskualifikasi peraih emas Zulfiya Chinshanlo (Kazakhstan) dan peraih perunggu Cristina Iovu (Moldova) lantaran terbukti positif menggunakan doping.

IOC melakukan tes ulang pada Juni 2016. Hasilnya, dari sampel darah dan urine Chinshanlo terdapat zat terlarang bernama oxandrolone dan stanazolol. Sedangkan sampel darah Iovu mengandung zat bernama dehydrochlormethyltestosterone. Pada 19 Oktober 2016, IOC resmi mencabut medali Chinshanlo. Sementara itu, medali perunggu Iovu dicabut sebulan setelahnya.

Saat itu, IOC belum menentukan dan mengumumkan apakah medali milik Chinshanlo dan Iovu akan diserahkan ke atlet lain atau tidak. Tetapi, setelah menjalani proses panjang, bulan lalu, IOC mengumumkan bahwa atlet Taiwan Hsu Shu-ching meraih emas kelas 53 kg. Sedangkan Citra dan lifter Ukraina Iulia Paratova diputuskan berhak mendapatkan perak dan perunggu.

IOC memang menyimpan sampel darah dan urine setiap atlet yang bertanding di Olimpiade dalam periode 10 tahun. Ketika ada teknologi baru, sampel-sampel tersebut akan dites ulang.

Berkaca pada kejadian yang dialami Citra, Zainudin pun mengingatkan bahwa kejadian tersebut harus dijadikan pelajaran bagi para pelatih dan pembina cabang olahraga di Indonesia. Sebab, jika atlet Indonesia ketahuan menggunakan doping, hal itu tidak hanya akan merugikan atlet, tetapi juga mencoreng nama baik bangsa.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari. Dia mengimbau agar setiap pelatih memperhatikan kebiasaan atlet di luar lapangan. "Karena terkadang (atlet) tidak sadar bahwa perilaku (konsumsi) yang mereka lakukan (di luar) mengandung doping,” kata Okto kepada Antara.

"Di Indonesia, banyak yang menggunakan herbal di luar standar. Kita harus hati-hati agar apa yang maksud baik jangan sampai menurunkan prestasi,” tambahnya.

Selain atlet, Kemenpora juga menyatakan akan menyerahkan bonus kepada sang pelatih pada 2021. Kemenpora masih perlu berkoordinasi dengan Pengurus Pusat Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PP PABSI) untuk usulan nama pelatih yang mendampingi Citra pada Olimpiade London 2012.

Citra sendiri mengaku bahagia dengan statusnya sebagai peraih perak London 2012. "Lega. Meski harus menunggu sampai delapan tahun baru terwujud," kata Citra sebagaimana dikutip dari Radar Lampung.

Kabar tersebut disambut bahagia oleh Padepokan Gajah Lampung, tempat Citra bernaung dan berlatih.

“Ini luar biasa dan bukti dari kejujuran kita, tetap dihargai di dunia internasional. Citra tampil dengan lugu dan lugas, sementara beberapa atlet dinyatakan menyalahi aturan terkait doping," kata perwakilan Padepokan Gajah Lampung Anna Maria.

"Bersyukur, anak kami meraih medali perak Olimpiade, meskipun harus menunggu delapan tahun untuk keputusan IOC itu,” imbuhnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore