
Drivers steer their cars during the start of the Formula One Hungarian Grand Prix race at the Hungaroring circuit in Mogyorod near Budapest, Hungary, on July 19, 2020. (Photo by Mark Thompson / POOL / AFP)
JawaPos.com – Pembalap Mercedes Valtteri Bottas menjadi perbincangan di GP Hungaria pada Minggu (19/7). Dia tidak mendapatkan penalti meski tertangkap kamera melakukan jump start.
Merespons kejadian tersebut, Formula 1 mengeluarkan rilis resmi yang menyatakan bahwa pergerakan Bottas di garis start memang terbukti tidak menyalahi aturan.
Race Director FIA Michael Masi mengatakan, gerakan mobil Bottas sebelum lampu merah start mati masih dalam batas wajar. Keputusan itu muncul karena sistem sensor yang telah dipasang di lintasan tidak bereaksi terhadap aksi Bottas tersebut.
Karena itu, F1 berkeyakinan bahwa apa yang dilakukan Bottas saat itu masih legal. Kejadian tersebut mengulangi kasus pembalap Ferrari Sebastian Vettel di GP Jepang tahun lalu.
’’Sesaat setelah kejadian, kami langsung memeriksa ke tim pencatatan waktu. Mereka meninjau semua data dan ternyata tidak ada masalah sama sekali,’’ kata Masi sebagaimana dilansir Crash.
Masi memastikan semua sensor berjalan dengan baik dalam balapan tersebut. Selain itu, hasil pemeriksaan transponder yang terpasang di mobil Bottas juga tidak ditemukan kesalahan.
’’Sensor terpasang di jalan maupun trek. Dalam sensor tersebut juga ada batasan toleransi. Dan itu menjadi penentu penilaian,’’ jelas Masi.
Pada saat kejadian, Bottas memang tampak sadar bahwa dirinya membuat kesalahan. Setelah terjadi jump start, dia seperti mengurangi kecepatan mobilnya yang membuat pembalap-pembalap lain berhasil mendahuluinya.
Bottas sendiri kesal dengan kejadian tersebut. Pembalap Finlandia itu beranggapan bahwa insiden saat start itulah yang membuat dirinya gagal juara. Atau minimal bertahan di posisi kedua. Dia mengatakan, jump start itu disebabkan kilatan cahaya di setir yang mengganggunya.
’’Start dari posisi kedua, tentunya aku kepingin juara,’’ kata Bottas sebagaimana dilansir Autosport. ’’Aku bereaksi terhadap cahaya di setirku yang tiba-tiba padam. Aku tidak tahu itu apa. Tapi, ada sesuatu yang bergerak di setirku. Aku bereaksi terhadap cahaya itu, alih-alih lampu start,’’ paparnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
