Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2020 | 03.04 WIB

Olimpiade Tokyo Sudah Sangat Siap, 80 Persen Fasilitas Bisa Dipakai

A banner for the Olympic torch relay is removed at J Village where torch relay was scheduled to start, in Hirono, Fukushima Prefecture, northern Japan, Thursday, March 26, 2020. The Olympic torch relay was postponed Tuesday because the Tokyo Games themsel - Image

A banner for the Olympic torch relay is removed at J Village where torch relay was scheduled to start, in Hirono, Fukushima Prefecture, northern Japan, Thursday, March 26, 2020. The Olympic torch relay was postponed Tuesday because the Tokyo Games themsel

JawaPos.com – Olimpiade Tokyo 2020 memang ditunda tahun depan. Namun, persiapan terus berlanjut di Jepang. Presiden Olimpiade Tokyo Yoshiro Mori mengungkapkan, sekitar 80 persen fasilitas penunjang telah siap.

Tapi, ada dua venue yang masih menjadi masalah krusial. Yakni, athlete village alias wisma atlet.

Bukan soal pembangunannya lelet. Justru, bangunannya yang berupa apartemen sudah jadi. Tapi, sebagian besar unit apartemen tersebut terjual kepada pihak swasta.

Alhasil, panitia lokal harus bekerja sama dengan pemerintah Tokyo untuk bernegosiasi dengan beberapa perusahaan yang terkait dalam pembangunan dan penjualan apartemen.

Tujuannya, memastikan lokasi tersebut tersedia saat penyelenggaraan Olimpiade tahun depan. ’’Kami telah mendapatkan persetujuan untuk menggunakan (wisma atlet dan venue) tahun depan,’’ ucap Mori seperti dilansir Daily Mail.

Selain wisma atlet, problem yang dihadapi panpel adalah gedung Tokyo Big Sight. Gedung di kawasan Ariake Minami tersebut diproyeksikan sebagai lokasi media center utama.

Masalahnya, tahun depan sudah ada sejumlah pemesan yang juga ingin menggunakan gedung tersebut.

’’Namun, dengan kesiapan 80 persen venue dan fasilitas saat ini, kami optimistis masalah tersebut bisa terurai dengan dukungan pemerintah Tokyo,’’ kata CEO Tokyo 2020 Toshiro Muto.

Sementara itu, untuk arena pertandingan, sebagian besar terselesaikan. Salah satunya Stadion Nasional Jepang yang dibuka Desember tahun lalu. Lokasi tersebut akan menjadi venue seremoni pembukaan dan penutupan. Di tempat yang sama juga dijadwalkan menggelar cabor atletik dan final sepak bola wanita.

Tantangan lainnya yang berpotensi dihadapi panpel adalah dukungan sponsor lokal. Lembaga penyiaran publik Jepang NHK melaporkan, 57 di antara 78 sponsor Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo telah menanggapi survei terkait dengan rencana selanjutnya.

Sebanyak 12 persen di antaranya berniat untuk memperpanjang kontrak. Sementara itu, 65 persen lainnya masih ragu-ragu dan belum mengadakan pembicaraan lanjutan dengan panpel.

’’Menurutku, tidak ada yang bisa menjanjikan bahwa Olimpiade dan Paralimpiade akan tetap berlangsung pada 2021,’’ kata Muto.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore