Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Mei 2020 | 19.13 WIB

MotoGP Menanti Restu Pemerintah Spanyol untuk Menggelar Dua Race

JORGE GUERRERO/AFP SEMOGA TERLAKSANA: Pembalap Repsol Honda Marc Marquez memimpin lomba pada MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, musim lalu (5/5/2019). - Image

JORGE GUERRERO/AFP SEMOGA TERLAKSANA: Pembalap Repsol Honda Marc Marquez memimpin lomba pada MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, musim lalu (5/5/2019).

JawaPos.com – Dorna dan MotoGP sedang menanti restu dari pemerintah Spanyol untuk menggelar balapan di Sirkuit Jerez Juli mendatang. Bakal ada dua race sekaligus dalam dua pekan beruntun. Yakni, 19 dan 26 Juli.

Nah, pekan depan mereka kembali menggelar webinar bersama pemerintah Andalusia dan Jerez untuk menentukan langkah berikutnya.

CEO Dorna Carmelo Ezpeleta menyatakan, timnya berkomitmen menerapkan protokol superketat untuk memastikan semua orang yang terlibat. Harapannya, risiko persebaran Covid-19 bisa dikurangi. Mereka juga bakal membatasi jumlah kru yang terlibat di paddock tim.

Jika pemerintah Spanyol memberi lampu hijau, Ezpeleta akan menyiapkan tes MotoGP pada Rabu (13/5) sebelum balapan akhir pekan pertama. Saat ini Dorna sedang menjajaki kesiapan sirkuit lain untuk menggelar race selanjutnya musim ini.

Crash melaporkan, setidaknya ada tiga sirkuit yang berpeluang bergabung dalam kalender musim ini. Yakni, Aragon dan Catalunya di Spanyol serta Misano untuk GP San Marino. Dorna beralasan, tiga sirkuit tersebut, seperti halnya Jerez, bisa dipasangkan dengan ajang WSBK.

Di sisi lain, race GP Austria dan Republik Ceko yang sudah diagendakan saat ini belum mengalami perubahan. Dua balapan itu digelar pada 9 dan 16 Agustus.

Sementara itu, status kalender balapan non-Eropa belum jelas. Berbeda halnya dengan F1 yang sudah melakukan plotting jadwal hingga seri Asia.

Ezpeleta mengatakan, timnya sedang mengkaji lebih detail terkait dengan penentuan jadwal resmi MotoGP. ’’Kami sedang melihat tanggal berbeda, tetapi saat ini kami juga menunggu kalender F1,’’ sebut Ezpeleta. Upaya itu dilakukan supaya jadwal dua event balap akbar tersebut tidak bentrok.

Sementara itu, penyelenggara GP San Marino optimistis bisa mendapatkan solusi terbaik untuk menggelar balapan musim ini. Dalam rilis resmi otoritas Sirkuit Misano, aspek kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama. Aspek ekonomi bakal menjadi penentu lain berlangsungnya balapan musim ini.

’’Balapan bisa berlangsung tanpa penonton. Tetapi, bisa juga dengan partisipasi publik yang terbatas untuk menghormati upaya pencegahan (Covid-19),’’ tulis pernyataan resmi GP San Marino.

Namun, secara finansial, jika balapan tertutup tanpa penonton, berarti akan ada kesepakatan komersial baru dengan Dorna.

Sebab, GP San Marino tidak akan mendapatkan pemasukan dari pos penjualan tiket, penjualan merchandise, ataupun aspek ekonomi lainnya. ’’Harus kami sampaikan bahwa promotor (San Marino) bertekad menemukan cara untuk menggelar balapan musim ini,’’ lanjutnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore