
JORGE GUERRERO/AFP SEMOGA TERLAKSANA: Pembalap Repsol Honda Marc Marquez memimpin lomba pada MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, musim lalu (5/5/2019).
JawaPos.com – Dorna dan MotoGP sedang menanti restu dari pemerintah Spanyol untuk menggelar balapan di Sirkuit Jerez Juli mendatang. Bakal ada dua race sekaligus dalam dua pekan beruntun. Yakni, 19 dan 26 Juli.
Nah, pekan depan mereka kembali menggelar webinar bersama pemerintah Andalusia dan Jerez untuk menentukan langkah berikutnya.
CEO Dorna Carmelo Ezpeleta menyatakan, timnya berkomitmen menerapkan protokol superketat untuk memastikan semua orang yang terlibat. Harapannya, risiko persebaran Covid-19 bisa dikurangi. Mereka juga bakal membatasi jumlah kru yang terlibat di paddock tim.
Jika pemerintah Spanyol memberi lampu hijau, Ezpeleta akan menyiapkan tes MotoGP pada Rabu (13/5) sebelum balapan akhir pekan pertama. Saat ini Dorna sedang menjajaki kesiapan sirkuit lain untuk menggelar race selanjutnya musim ini.
Crash melaporkan, setidaknya ada tiga sirkuit yang berpeluang bergabung dalam kalender musim ini. Yakni, Aragon dan Catalunya di Spanyol serta Misano untuk GP San Marino. Dorna beralasan, tiga sirkuit tersebut, seperti halnya Jerez, bisa dipasangkan dengan ajang WSBK.
Di sisi lain, race GP Austria dan Republik Ceko yang sudah diagendakan saat ini belum mengalami perubahan. Dua balapan itu digelar pada 9 dan 16 Agustus.
Sementara itu, status kalender balapan non-Eropa belum jelas. Berbeda halnya dengan F1 yang sudah melakukan plotting jadwal hingga seri Asia.
Ezpeleta mengatakan, timnya sedang mengkaji lebih detail terkait dengan penentuan jadwal resmi MotoGP. ’’Kami sedang melihat tanggal berbeda, tetapi saat ini kami juga menunggu kalender F1,’’ sebut Ezpeleta. Upaya itu dilakukan supaya jadwal dua event balap akbar tersebut tidak bentrok.
Sementara itu, penyelenggara GP San Marino optimistis bisa mendapatkan solusi terbaik untuk menggelar balapan musim ini. Dalam rilis resmi otoritas Sirkuit Misano, aspek kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama. Aspek ekonomi bakal menjadi penentu lain berlangsungnya balapan musim ini.
’’Balapan bisa berlangsung tanpa penonton. Tetapi, bisa juga dengan partisipasi publik yang terbatas untuk menghormati upaya pencegahan (Covid-19),’’ tulis pernyataan resmi GP San Marino.
Namun, secara finansial, jika balapan tertutup tanpa penonton, berarti akan ada kesepakatan komersial baru dengan Dorna.
Sebab, GP San Marino tidak akan mendapatkan pemasukan dari pos penjualan tiket, penjualan merchandise, ataupun aspek ekonomi lainnya. ’’Harus kami sampaikan bahwa promotor (San Marino) bertekad menemukan cara untuk menggelar balapan musim ini,’’ lanjutnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
