
Photo
JawaPos.com-Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo lolos ke final All England ketiga dalam karier mereka kemarin (14/3).
Berlaga di Arena Birmingham pada final malam ini (15/3), ganda nomor satu dunia itu akan berhadapan dengan musuh besar mereka asal Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.
Dalam perjalanannya, Minions mengalahkan ganda nomor satu Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik pada perempat final dengan skor 21-17, 21-19.
Marcus/Kevin memiliki rekor sangat luar biasa melawan ganda asal Malaysia. Mereka meraih rekor menang-kalah sangat luar biasa yakni 22-1 dalam lima tahun terakhir.
Menghadapi Aaron/Soh, Marcus/Kevin menyapu bersih tujuh kemenangan dalam tujuh pertandingan. Tahun ini saja, Aaron/Soh sudah empat kali kalah.
Tidak hanya Aaron/Soh yang kesusahan melawan Marcus/Kevin. Secara umum, semua ganda Malaysia juga sulit sekali mengalahkan Marcus/Kevin.
Peraih perak Olimpiade Rio 2016, Goh V Shem/Tan Wee Kiong hanya menang sekali dalam duel pertama mereka di Swiss Open 2015. Setelah itu, Marcus/Kevin menang dalam tujuh laga secara beruntun.
Selain itu, rekor tiga ganda Malaysia lain juga buruk. Mereka adalah Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (0-4), Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (0-3), dan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani (0-1).
Kepada surat kabar Malaysia The Star, Boon Heon percaya bahwa Marcus/Kevin bukanlah sosok yang tak terkalahkan. Dia mengatakan bahwa Aaron/Soh harus tetap semangat dan tak patah harapan.
“Kevin/Marcus adalah talenta yang istimewa. Dan tidak diragukan lagi bahwa mereka satu kelas di atas (Aaron/Soh),” kata Boon Heong.
“Namun saya yakin bahwa Minions tidak akan menang selamanya. Ini hanya soal menemukan formula yang tepat untuk mengalahkan mereka. Sepanjang mereka (Aaron/Soh) tetap berlatih keras dan tidak menyerah, hari kemenangan akan datang,” tambahnya.
Boon Heon menambahkan bahwa para pemain Malaysia bisa mengalahkan Marcus/Kevin asal bermain dengan pertahanan yang sangat luar biasa.
"Anda harus bekerja keras dalam pertahanan. Jika Anda bisa menahan serangan mereka, mungkin Anda punya kesempatan. Sebab, mereka luar biasa cepat di depan. Sebuah game plan counter-attack mungkin adalah salah satu cara terbaik,” kata pemain yang pernah menjadi ganda putra nomor satu dunia bersama Koo Kien Keat itu.
“Ketika Koo dan saya kali terakhir bertemu mereka (di Denmark Open 2016 dan kalah straight game), kami sudah separuh pensiun. Saya kira, jika kami berada di puncak karier, kami jelas sangat percaya diri bisa mengalahkan mereka. Sebab, waktu itu kami memiliki pertahanan yang solid,” ucap pemain 32 tahun yang juga pernah berpasangan dengan Hendra Setiawan itu.
“Jika Anda bertanya hal ini kepada Cai Yun, Fu Haifeng, Lee Yong-dae...mereka akan mengatakan hal yang sama kepada Anda,” tambahnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
