Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Februari 2020 | 02.31 WIB

Herry IP: Karena Kami Full Team, Peluang Kami (Juara) Sangat Besar

Fajar Alfian Muhammad Rian Ardianto - Image

Fajar Alfian Muhammad Rian Ardianto

JawaPos.com– Virus korona bikin kacau banyak event olahraga. Termasuk, Badminton Asia Team Championships (BATC/kejuaraan beregu Asia) 2020. Event dua tahunan yang merupakan kualifikasi Piala Thomas dan Uber itu bergulir mulai besok (11/2). Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina, menjadi venue-nya.

Meski tidak dibatalkan atau dimundurkan, ada beberapa tim kuat yang batal ikut. Misalnya saja tim putra dan putri Tiongkok dan Hongkong serta tim putri India. Padahal, tim Tiongkok berstatus juara bertahan. Perubahan peserta membuat drawing berubah.

"Memang perubahan draw ini bisa menguntungkan, bisa juga merugikan. Tapi dari awal kami sudah siap kalau ada perubahan seperti ini, yang penting dari tim dan individu masing-masing siap," ujar Susy Susanti, Manajer Tim Indonesia seperti dilansir dari siaran pers PP PBSI yang juga diterima Jawa Pos.

Tim putra Indonesia yang awalnya mesti melewati dua laga di fase penyisihan grup, kini hanya akan menjalani satu pertandingan saja. Indonesia bergabung di Grup A bersama Korea Selatan.

Susy mengatakan bahwa hal ini ada dampak positif maupun negatifnya.

"Di satu sisi kami bisa lebih irit tenaga. Tapi di pertandingan pertama, langsung dapat lawan yang lumayan kuat. Kami tidak boleh lengah," ujar Susy

Sedangkan tim putri (unggulan kelima) ternyata tetap bergabung di grup Y bersama Thailand dan Filipina. Dengan komposisi seperti itu, Susy menargetkan tim putra menjadi juara grup. Sedangkan untuk tim putri, yang penting lolos ke babak berikutnya.

Lalu, bagaimana jika berubah? Susy bilang tidak masalah. ”Kalau dari kami sih siap saja, mau lawan siapa pun,” ucap bintang tunggal putri Indonesia di era ’90-an tersebut.

PP PBSI hanya memasang target lolos ke semifinal buat tim putra dan putri. Itu cukup untuk mengamankan tiket ke Piala Thomas dan Uber di Aarhus, Denmark, Mei mendatang. Namun, tim putra punya target sendiri. Yakni, merebut gelar juara. Sebelum Tiongkok dan Hongkong mundur pun, Anthony Sinisuka Ginting dkk punya kans besar untuk meraih gelar ketiga beruntun.

Ya, pada BATC 2016, Indonesia mengalahkan Jepang di final. Kemudian, pada 2018, giliran Tiongkok yang dikalahkan. Tahun ini skuad yang dibawa ke Manila rata-rata sudah berpengalaman menjadi juara BATC. Hanya Shesar Hiren Rhustavito serta ganda putra Fajar Alfian/M. Rian Ardianto yang berstatus debutan di ajang itu. ”Karena kami turun full team, peluang kami sangat besar,” kata pelatih ganda putra pelatnas Herry Iman Pierngadi ketika dihubungi kemarin.

Sementara itu panitia penyelenggara juga memberi kelonggaran kepada para atlet untuk tidak bersalaman dengan lawan, wasit serta hakim servis, sebelum dan sesudah pertandingan.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kondisi para peserta selama turnamen berlangsung, terkait penyebaran virus Corona.

"Khusus untuk kejuaraan ini, para atlet dikasih kelonggaran. Boleh salaman, boleh nggak salaman. Kalau nggak salaman, boleh cuma kasih salam seperti yang biasa dilakukan pemain asal Thailand," kata Susy.

Tim Indonesia dijadwalkan bertanding di penyisihan grup pada hari Rabu (12/2). Tim putri akan bertanding lebih dulu melawan tuan rumah, Filipina, pada pukul 10.00 waktu Manila. Sedangkan tim putra akan bertarung melawan Korea Selatan pada sore harinya pukul 16.00 waktu Manila.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore