alexametrics

Dua Pemain Naturalisasi Masuk Skuad, Timnas Putuskan Coret Tiga Nama

20 November 2020, 22:21:07 WIB

JawaPos.com – Timnas basket Indonesia mengumumkan daftar 12 pemain yang dibawa untuk tampil di jendela kedua Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 kemarin.

Untuk menentukan 12 pemain tersebut, timnas harus mencoret tiga pemain. Yakni, Derrick Michael, Laurentius Steven Oei, dan Yudha Saputra.

Manajer Timnas Basket Indonesia Maulana Fareza Tamrella kembali menegaskan, pencoretan ketiga pemain murni karena kebutuhan tim. Bergabungnya dua pemain naturalisasi Lester Prosper dan Brandon Jawato turut memengaruhi komposisi.

Dua pemain itu sebelumnya tidak bisa diturunkan saat window pertama melawan Korea Selatan dan Filipina. Sebab, proses naturalisasi mereka belum selesai. Nah, Jawato dan Lester sudah merampungkan seluruh proses menjadi warga negara Indonesia (WNI).

Keduanya telah mengucap sumpah janji setia pada Jumat (13/11).

Namun, kemudian FIBA menetapkan Jawato sebagai pemain Indonesia dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Di antaranya, status ayah Jawato yang berasal dari Indonesia, partisipasinya di kompetisi nasional profesional, serta durasi Jawato tinggal di Indonesia yang cukup lama sejak 2015.

Status yang didapat Jawato menjadi hal yang menguntungkan bagi timnas. Sebab, merujuk pada regulasi FIBA tentang ketentuan dan status kewarganegaraan pemain, setiap tim nasional yang berpartisipasi pada kompetisi FIBA hanya boleh memiliki satu pemain naturalisasi.

Lester dan Derrick diketahui merupakan pemain dengan tipikal yang sama, yakni center. Sementara itu, Jawato dan Laurentius juga memiliki peran yang sama sebagai power forward (PF). Selain sebagai PF, Jawato lebih multifungsi karena bisa bermain di posisi lain seperti small forward.

Sementara itu, tidak disertakannya nama Yudha lantaran posisinya sebagai point guard (PG) cukup menumpuk. Di sana bercokol Hardianus Lakudu, Widyanta Putra Teja, dan Andakara Prastawa Dhyaksa yang juga bisa berperan sebagai shooting guard.

Pria yang akrab disapa Mocha itu menuturkan, pencoretan Yudha bukan karena waktu bergabungnya yang terbilang baru. Diketahui, Yudha bergabung bersama tim mulai Agustus.

”Waktu bergabungnya tidak masalah. Semua bersaing sehat dan pilihan ini sesuai kebutuhan. Karena pemain di posisi PG ini cukup banyak dan maksimal tim butuh tiga orang,” jelasnya kepada Jawa Pos kemarin.

Skuad Garuda dijadwalkan bertolak ke Bahrain pada 22 November untuk menghadapi Thailand dan Korea Selatan. Jadwal mungkin berubah. ”Rencananya tampil tanggal 28 (lawan Thailand) dan 29. Ini mepet. Tapi, kami masih tunggu kepastian dari FIBA. Kemungkinan besok (hari ini, Red),” paparnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : raf/c12/bas



Close Ads