alexametrics

Kevin Harus Menyikapi Kemenangan dan Kekalahan Layaknya Seorang Juara

20 Juni 2022, 19:21:12 WIB

JawaPos.com-Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo meraih hasil yang tidak terlalu memuaskan di Indonesia Masters 2022 dan Indonesia Open 2022.

Di Indonesia Masters, Marcus/Kevin kandas di semifinal. Mereka dikalahkan ganda Tiongkok yang merangkak sejak fase kualifikasi, Liang Weikeng/Wang Chang. The Minions kalah dalam straight game dengan skor cukup telak 17-21 dan 10-21.

Pada Indonesia Open, Marcus/Kevin sudah tumbang di babak kedua. Ganda nomor satu dunia itu disingkirkan ganda Korea Selatan Kang Min-hyuk/Seo Seung-jae dalam dua game langsung, 14-21 dan 12-21.

Kekalahan ini membuat Marcus/Kevin gagal mempertahankan gelarnya di Indonesia Open. Sebelumnya, Marcus/Kevin sangat dominan pada turnamen Super 1.000 ini. Mereka menjadi juara tiga kali beruntun pada 2018, 2019, dan 2021. Edisi 2020 terpaksa dibatalkan karena pandemi Covid-19.

Pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi mengatakan bahwa sejak awal, dirinya tidak memberikan target juara kepada Marcus/Kevin. Sebab, kondisi Marcus belum fit 100 persen.

Pada 6 April lalu, Marcus harus menjalani operasi di Portugal. Marcus mengalami cedera di kedua pergelangan kaki. Selain itu, ada ada tulang kecil yang tumbuh di engkel kaki kanan dan kirinya.

Munculnya tulang kecil tersebut membuat Marcus tak nyaman dan sering merasakan kesakitan. Performanya menjadi tidak maksimal. Eksplosivitas dan powernya menurun serta terhambat.

Agar sepenuhnya bebas dari cedera, Marcus dioperasi oleh dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi olahraga terkenal Niek van Dijk. Dokter asal Belanda tersebut pernah mengoperasi para pemain sepak bola terkenal antara lain Cristiano Ronaldo, Robin van Persie, sampai Keylor Navas, dan Stephan El Shaarawy.

Karena masih dalam tahap penyembuhan, Marcus melewatkan sejumlah turnamen. Antara lain Korea Open, Korea Masters, Piala Thomas, dan Thailand Open.

Marcus akhirnya menjalani debut pasca operasi di Indonesia Masters 2022. Di turnamen level Super 500 tersebut, Marcus/Kevin mendapatkan hasil cukup baik dengan mencapai semifinal.

Pasca kekalahan di semifinal Indonesia Masters, Marcus mengakui bahwa latihannya masih belum maksimal. Jadi mencapai empat besar, menurut Marcus, merupakan hasil yang lumayan.

“Saya pribadi memang cuma nyoba doang. Dan kita tidak tahu hasilnya. Latihan juga baru seminggu dua minggu ini,” kata Marcus.

Dalam wawancara di mixed zone Indonesia Masters 2022 tersebut, Kevin lebih banyak diam. Dia hanya menjawab dua kalimat pendek saat wartawan bertanya soal performanya. “Pastinya bersyukur. Kondisi sama saja,” katanya.

Dalam pertandingan semifinal tersebut, Kevin terlihat jelas kesulitan untuk mengisi area belakang permainan. Biasanya, Marcus yang beroperasi di wilayah tersebut. Namun, karena Marcus masih belum 100 persen, maka Kevin yang lebih banyak melakukan covering.

Namun, Kevin banyak sekali melakukan unforced error. Gestur tubuhnya memperlihatkan dia tidak total dalam bermain. Hal yang nyaris sama terjadi saat Kevin bertanding melawan Kang/Seo di babak kedua Indonesia Open 2022.

Marcus/Kevin kalah relatif cepat dan cukup gampang pada semifinal Indonesia Masters dan babak kedua Indonesia Open itu. Masing-masing dalam tempo 33 dan 34 menit.

Herry IP sangat menyadari bahwa publik banyak yang mengkritik attitude, sikap, dan body language Kevin.

Menurut Herry IP, Kevin kecewa karena fisik dan performa Marcus berada di luar ekspektasinya. Ternyata, Marcus belum sepenuhnya siap turun di Indonesia Masters dan Indonesia Open.

“Dia (Kevin) ingin lebih, ingin menang,” kata Herry IP kepada JawaPos.com. “Jadi memang kondisi kemarin nggak klop dengan keinginannya. Bahasanya bete ya. Memang seharusnya, sebagai pemain level atas, dia harus menyikapi semua ini dengan baik,” tambah pelatih berjuluk Coach Naga Api itu.

Herry IP mengatakan bahwa seorang juara harus merespons dengan baik setiap kemenangan dan kekalahan dalam pertandingan.

“Dia sudah kami kasih masukan soal sikapnya itu. Harusnya, sikapnya mencerminkan seorang champion. Menang dan kalah harus disikapi dengan lapang dada,” ucap Herry IP.

Herry IP menambahkan bahwa Marcus memang belum siap sepenuhnya untuk berlaga di Indonesia Masters dan Indonesia Open. Namun bagi Marcus, ajang ini sangat penting. Yakni sebagai test case untuk mengukur sejauh mana kesiapan fisik pemain 31 tahun itu dalam menghadapi turnamen level tinggi.

Jadi idealnya, kata Herry IP, Kevin paham dengan kondisi ini. Publik juga tidak semata-mata menuntut Marcus/Kevin untuk selalu menang dalam pertandingan.

Tetapi penonton, terutama yang sudah berkorban untuk menyaksikan langsung aksi mereka di Istora Senayan, ingin melihat Marcus/Kevin memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan. Apapun hasilnya.

“Masyarakat bisa menilai bagaimana body language Kevin. Makanya kami sudah kasih masukan kepada dia,” ucap Herry IP. “Soal kritik publik kepada Kevin dan Gideon, kami bisa terima. Ini juga menjadi masukan kepada Kevin agar lebih baik ke depannya,” tambah Herry IP.

Saat ini, Marcus/Kevin sedang mempersiapkan diri bertanding pada ajang Malaysia Open Super 750 yang berlangsung 28 Juni sampai 3 Juli mendatang. Setelah itu, mereka akan turun di Malaysia Masters Super 500 pada 5 hingga 10 Juli.

Marcus mengatakan bahwa saat ini kondisi kakinya sudah mencapai 80 persen. “Sekarang jauh lebih baik dari Minggu sebelumnya. Pergerakan saya sekarang lebih baik. Tetapi memang, persiapan pertandingan kami belum maksimal,” ucap Marcus.

“Ke depannya kami mau recovery. Untuk keberangkatan ke Malaysia, harus latihan lagi. Kami akan kembali belajar dan berlatih kembali untuk mempersiapkan diri di turnamen berikutnya,” tambah Marcus.

Editor : Ainur Rohman

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads