
Sony Dwi Kuncoro lolos ke final Indonesia International Challenge 2019.
JawaPos.com-Partai All Indonesian Final tersaji pada ajang Caffino Indonesia International Challenge 2019.
Kali ini datang dari sektor tunggal putra. Dua pemain beda generasi yakni Sony Dwi Kuncoro akan menghadapi Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay.
Sony dan Ikhsan memang memiliki rentang usia sangat jauh. Sony saat ini berusia 35 tahun. Sedangkan calon lawannya baru berumur 19 tahun.
Artinya, selisih usia mereka mencapai 16 tahun. Saat Sony sukses meraih perunggu Olimpiade Athena 2004, usia Ikhsan baru empat tahun!
Bertanding di GOR Bulutangkis Djarum, Magelang, Jawa Tengah, kemarin (26/10), Sony lebih dulu memastikan tempat di partai puncak. Juara Asia tiga kali itu mengalahkan Ng Tze Yong asal Malaysia dengan skor 21-18, 21-17.
''Pastinya senang bisa lolos ke final lagi, artinya apa yang saya harapkan bisa tercapai dan apa yang sudah saya perbaiki bisa membawa hasil yang baik pula. Intinya, setiap ada kesempatan, saya pasti berusaha untuk main maksimal dan memberikan penampilan terbaik,” kata Sony dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.
Photo
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay akan melawan Sony Dwi Kuncoro di final. (PP PBSI)
Kembali lolos ke final, Sony mengaku tidak mau berpikir terlalu jauh untuk merebut gelar juara pada turnamen ini.
’’Saya nggak lihat ke arah situ, yang penting saya berusaha memberikan penampilan terbaik. Apa yang masih kurang di pertandingan ini harus diperbaiki di pertandingan besok. Apalagi lawan pemain muda, saya harus bisa menentukan pola main yang tepat,” jelas Sony.
Sementara itu, Ikhsan berhasil menjejak final berkat kemenangan dua game langsung atas tunggal putra Singapura, Jia Heng Jason Teh. Ikhsan unggul 21-16 dan 21-13.
''Untuk pertandingan hari ini (kemarin, Red) saya merasa lumayan puas. Walaupun di awal-awal sempat merasa tegang, tapi akhirnya bisa saya lewati. Saya juga bermain lebih siap di pertandingan kali ini, karena kemarin sudah mempelajari permainan lawan. Mungkin dia juga kelelahan,” ucapnya.
Bertemu di final melawan pemain sarat pengalaman seperti Sony, Ikhsan mengaku ingin tampil lepas. ''Saya nothing to lose saja. Karena ini pertama kalinya saya bertemu dengan Mas Sony. Tapi saya akan tetap berusaha memberikan penampilan terbaik. Mungkin saya akan mencoba untuk main agresif, tapi lihat kondisi juga besok. Kalau ternyata Mas Sony defense-nya rapat, saya akan ganti pola lagi,” ujarnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
