Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Oktober 2019 | 02.02 WIB

Pasangan Junior No 1 Dunia Asal Indonesia, Gagal Pertahankan Gelar

Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil - Image

Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil

JawaPos.com-Ganda campuran junior nomor satu dunia Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil gagal mempertahankan gelarnya pada Kejuaraan Dunia Junior 2019.

Pada laga final di Kazan Gymnastics Center, Kazan, Rusia hari ini, Leo/Indah dikalahkan unggulan kedua asal Tiongkok Feng Yanzhe/Lin Fangling dalam dua game langsung 17-21, 17-21.

Pertandingan berjalan relatif singkat, hanya 44 menit.

"Saya tampil underperform, ada rasa tegang. Permainan itu kan nggak ada yang tahu, kadang enak kadang enggak. Di hari ini kami tidak pada peak permainan kami. Lawan di kelas junior itu-itu saja, jadi lawan sudah tahu sekali permainan kami," kata Leo dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

"Hari ini saya kurang siap dan saya nggak bisa membalikkan keadaan. Saya tertekan dan nggak bisa mengatasi keadaan," timpal Indah.

Memang, sejak awal pertandingan, Leo/Indah terlihat tidak mampu mengembangkan permainan. Mereka selalu tertekan. Gagal mengambil momentum, kalah agresif, dan tak bisa mencuri inisiatif lebih dulu.

Pada game pertama, Feng/Lin memang berhasil lebih dulu mencapai interval. Namun, Leo/Indah tetap mampu menjaga kedudukan dan hanya tertinggal satu angka, 11-12.

Tetapi setelah itu, pasangan Tiongkok ini tiba-tiba melaju sangat kencang. Selain terus melakukan serangan, mereka memanfaatkan kesalahan demi kesalahan yang dilakukan Leo dan Indah.

Photo

Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil selalu tertekan sepanjang pertandingan final. (PP PBSI)

Feng/Lin bahkan mampu mencetak enam angka beruntun, lalu melaju nyaman dan mencapai game point pada kedudukan 20-14. Leo/Indah berusaha keras untuk mengejar dan tidak kehilangan game pertama. Namun, mereka hanya mampu menambah tiga angka dan akhirnya menyerah.

Pada game kedua, kondisi serupa terjadi. Leo/Indah terlambat panas dan langsung tertinggal jauh 6-12. Dalam situasi buruk tersebut, Leo mendapatkan perawatan. Dia meminta dokter pertandingan untuk menyemprot punggung dan kedua kakinya dengan cairan penghilng rasa sakit.

Bermain dalam level tertinggi selama dua pekan dan turun pada dua nomor di ganda campuran dan ganda putra, memang sangat menguras fisik Leo.

Setelah mendapatkan perawatan, Leo/Indah pelan-pelan bangkit dan cuma tertinggal dua angka saja, 15-17.

Tidak cuma Leo, sang lawan, Lin, gantian mendapatkan perawatan pada bahu kanannya. Meski begitu, Leo/Indah tetap gagal menembus pertahanan rapat ganda Tiongkok tersebut.

Mereka dipaksa terus bertahan dan akhirnya melakukan kesalahan sendiri. Leo/Indah kembali menyerah pada game kedua dengan skor yang sama identik dengan game pembuka.

"Kalau dari permainan, seharusnya kami banyak main no-lob, dan tidak angkat bola terus. Kami banyak kehilangan poin, ketinggalan jauh, dan jadi nggak yakin sama permainan sendiri," ucap Leo.

Indonesia masih menyisakan dua wakil di final World Junior Championships 2019. Ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan ganda putra Leo/Daniel Marthin akan bertanding pada dua partai terakhir.

Keduanya kembali akan menghadapi ganda-ganda Tiongkok.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore