
British boxer Tyson Fury (R) slams a right to the head of US boxer Deontay Wilder during their World Boxing Council (WBC) Heavyweight Championship Title boxing match at the MGM Grand Garden Arena in Las Vegas on February 22, 2020. (Photo by John Gurzinski
JawaPos.com – Hakim arbitrase Amerika Serikat (AS) Daniel Weinstein kemarin (18/5) membuat keputusan mengejutkan. Weinstein memenangkan gugatan pihak petinju AS Deontay Wilder yang menuntut Tyson Fury untuk mengadakan pertarungan jilid ketiga.
Keputusan itu langsung membuat rencana duel unifikasi kelas berat antara Fury dan Anthony Joshua kembali dalam status tanda tanya. Pasalnya, Weinstein juga langsung memberikan instruksi lengkap.
Duel jilid ketiga antara Fury versus Wilder harus sudah dilaksanakan paling lambat 15 September. Padahal, pertarungan Fury melawan Joshua direncanakan berlangsung pada 14 Agustus.
Dari dua tanggal yang mepet tersebut, jelas Fury tidak mungkin bisa memenuhi dua-duanya. Keputusan itu muncul hanya selang sehari setelah Fury mengaku telah menemui pihak Arab Saudi selaku calon penyelenggara untuk membicarakan kontrak kerja sama.
Pihak Fury maupun Joshua sampai saat ini kompak belum buka suara. Eddie Hearn selaku pimpinan Matchroom yang merupakan promotor Joshua belum menjawab ketika dihubungi BBC. Begitu juga Bob Arum selaku salah satu co-promotor Fury.
Keterangan baru muncul dari Frank Warren yang juga merupakan salah satu co-promotor Fury. Dia menyebut pihaknya sedang bekerja keras untuk mengurai masalah tersebut. Yang dia tekankan, sampai saat ini memang belum ada keputusan final pertarungan Fury kontra Joshua harus berlangsung pada 14 Agustus meski info itu sudah bocor ke media.
’’Kami sedang terus melakukan diskusi dengan berbagai pihak,’’ ucap Warren kepada BBC. ’’Yang jelas, hanya ada dua opsi lawan Fury dalam waktu dekat. Yakni, antara Joshua atau Wilder,’’ tambahnya.
Fury merebut gelar juara dunia kelas berat WBC dari Wilder dalam pertemuan kedua mereka pada Februari 2020 lalu. Sebelumnya, pertemuan pertama hasil duel keduanya berakhir draw. Setelah sabuk juara WBC-nya direbut Fury, Wilder langsung meminta rematch.
Tanding ulang jilid ketiga sudah direncanakan berlangsung pada Juli 2020. Namun, duel batal digelar karena pandemi Covid-19 mulai menjangkit sebagian besar negara dan membuat event-event olahraga semakin sulit digelar.
Pihak Fury dan Wilder sepakat memundurkan jadwal sampai 2021. Namun, memasuki tahun ini, Fury tiba-tiba mengaku lelah menunggu jadwal pasti melawan Wilder. Dia menyebut ingin move on dan mencari lawan lain.
Gayung bersambut. Hearn langsung merencanakan duel unifikasi kelas berat antara Fury kontra Joshua. Tapi, pihak Wilder ternyata tidak rela dicuekin begitu saja. Akhir 2020 lalu, mereka disebut melaporkan kejadian itu ke pengadilan arbitrase olahraga AS.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
