
FIM CEV Moto3 Junior World Championship 2021, Mario Suryo Aji, pembalap Indonesia
Setiap level kejuaraan memiliki tantangannya masing-masing. Mario Suryo Aji sudah melakoni balapan di level nasional, Asia, dan Eropa. Seiring dengan adaptasi yang dijalani, mental bertarung Mario semakin teruji.
Kamu sudah merasakan balapan di level nasional, Asia, sampai Eropa, menurut kamu apa perbedaan paling kentara dari persaingan pembalap di setiap level itu?
Setiap level tentu punya tantangan dan karakter berbeda.
Setiap naik level, tantangannya tentu berbeda.
Dalam hal bersaing, tentu tidak ada bedanya, semua pebalap ingin jadi pemenang.
Hanya saja, di CEV karena levelnya kejuaraan dunia junior, dengan motor yang lebih cepat dan pembalap-pembalap dari mancanegara yang punya bekal skill balap hebat dari setiap negaranya, maka persaingannya pun lebih ketat.
Sehingga hal ini memacu saya untuk dapat bersaing dengan lebih baik.
Bagaimana rasanya bersaing dengan pembalap-pembalap muda dari seluruh dunia menuju grand prix?
Menuju level Grand Prix tentu bukan hal yang mudah. Semua pembalap dari berbagai negara pasti memiliki target dan cita-cita yang sama.
Ajang CEV merupakan gerbang untuk menuju Grand Prix, banyak rider dunia yang berasal dari ajang balap ini.
Oleh karena itu level tantangannya pun sangat tinggi, kejuaraan balap ini diikuti oleh pembalap potensial dari berbagai negara yang didukung tim-tim besar dan kuat.
Maka saya pun harus bisa kompetitif dan menunjukan potensi terbaik yang saya miliki.
Bagaimana dengan persaingan di FIM CEV Moto3 sendiri?
Dari FIM CEV Moto3 saya belajar banyak tentang bagaimana menaklukkan atmosfer balap dengan kompetisi ketat.
Saya juga belajar bahwa menjadi jago balap di lintasan sirkuit saja tidak cukup. Saya harus punya mental balap yang kuat dan harus siap bersaing, apapun kondisinya.
Saya juga belajar bahwa seorang pembalap tidak akan bisa sukses tanpa kerjasama kuat dengan timnya, sehingga saya berusaha banyak belajar dari semua anggota tim balap yang memiliki profesionalitas tinggi di bidangnya masing-masing.
Semoga semua tempaan di CEV ini dapat mengantarkan saya menapaki jenjang yang lebih tinggi di level Grand Prix.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
