Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Agustus 2020 | 00.36 WIB

Timnas Indonesia Kebut Proses Naturalisasi Dua Pemain Amerika Serikat

Pemain Pelita Jaya Dior Lowhorn (kiri) dan pemain Indonesua Patriots Lester Prosper saat bertanding di hari ketiga IBL Seri I di GOR Sahabat, Semarang, Sabtu (11/1/19).  FOTO: HENDRA EKA - Image

Pemain Pelita Jaya Dior Lowhorn (kiri) dan pemain Indonesua Patriots Lester Prosper saat bertanding di hari ketiga IBL Seri I di GOR Sahabat, Semarang, Sabtu (11/1/19). FOTO: HENDRA EKA

JawaPos.com – Proses naturalisasi Lester Prosper dan Brandon Jawato memasuki tahap akhir. Pada 1 September mendatang mereka menghadap Komisi X DPR. Meski naturalisasi belum selesai, timnas basket sudah menjalani training camp di Bandung.

Ada 14 nama yang dipanggil. Salah satunya Jamarr Andre Johnson. Dia adalah mantan pemain Satria Muda.

Manajer Fareza Tamrella mengatakan, panggilan Johnson tidak akan mengganggu proses naturalisasi pemain yang sedang berjalan. Justru itu menjadi salah satu rencana Perbasi untuk membentuk tim.

”Pemain (naturalisasi) yang paling memungkinkan adalah Jamarr dan Lester. Hanya, Lester belum memperoleh paspor Indonesia. Jamarr dipanggil untuk jaga-jaga, misalnya, Lester ada kendala atau cedera,” kata pria yang akrab disapa Mocha itu.

Dalam peraturan FIBA, timnas hanya boleh memainkan satu pemain naturalisasi. Mocha menjelaskan, untuk Jawato, akan dihitung sebagai pemain lokal. Sebab, Jawato masih memiliki garis keturunan Indonesia dari ayahnya.

”Itu yang akan kami perjuangkan nanti. Kami berharap FIBA memberikan bantuan juga ya. Ini kan agak spesial. Brandon jelas orang Indonesia karena ayahnya orang Bali,” lanjut Mocha.

Saat ini Jawato sudah bergabung dengan rekan-rekannya untuk TC di Bali. Hanya Prosper yang masih terkendala visa. Dia masih berada di Miami, Amerika Serikat. Pekan depan dia direncanakan bisa datang.

Mocha optimistis naturalisasi bisa lancar dan mereka bisa fokus untuk windows kedua kualifikasi FIBA Asia Cup 2021. Jika Prosper sudah mendapat paspor Indonesia, Mocha menyarankan agar dia bisa bermain di liga basket luar negeri.

”Saat windows kedua itu, ada break dari FIBA. Yang paling penting, dia (Prosper) sudah tahu sistem coach (Rajko) Toroman. Kalau bisa, dia main di liga Filipina atau Bahrain,” imbuhnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore