
Ilustrasi
JawaPos.com - Tak ada yang lebih dibenci publik Argentina selain sepak bola Brasil.
Demikian pula sebaliknya. Rivalitas siapa yang paling hebat antara Diego Maradona versus Pele pun turut membumbui persaingan kedua negara tersebut.
Besok pagi (13/11) di Estadio Monumental Antonio Vespucio Liberti Argentina akan bentrok versus Brasil dalam matchday ketiga kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Latin. Pertemuan keduanya kali ini adalah edisi ke-97.
Sejak pertandingan pertama kedua negara yang terjadi satu abad lalu, 20 September 1914 lalu, Argentina maupun Brasil mengantongi jumlah victory yang sama, 36 kali.
Sedang laga berakhir imbang terjadi 24 kali.
Nah, pada papan klasemen sementara Brasil pada posisi yang lebih baik yakni di posisi lima. Sementara Argentina terputuk di posisi ketujuh.
Start Brasil dan Argentina dalam penyisihan Piala Dunia 2018 ini sama-sama buruk. Pada matchday pertama Brasil disikat Cile dengan skor 2-0 (8/10). Sementara Argentina dipermalukan Ekuador juga dengan skor 2-0 (8/10).
Lalu dalam matchday kedua, Brasil membaik dengan mengalahkan Venezuela dengan skor 3-1 (13/10). Sementara Albiceleste, julukan Argentina, bermain imbang tanpa gol versus Paraguay (13/10).
Argentina kurang diuntungkan menjelang laga yang dikenal dengan Super Classico merika Latin itu. Tiga penyerangnya Lionel Messi, Sergio Aguero, dan Carlos Tevez harus menepi. Tumpuan lini depan Argentina disandarkan kepada Gonzalo Higuain, Paulo Dybala, dan Angel Di Maria.
Seperti dikutip dari Marca kemarin (11/11), pelatih Argentina Gerardo 'Tata' Martino mengandalkan Higuan sebagai tukang gedor juara dunia dua kali itu. Penampilan El Pipita, julukan Higuain, di Napoli membuat Tata yakin tak salah pilih.
"Kami harus bangkit dan mengejar kemenangan di kandang. Tidak adanya beberapa pemain, termasuk Messi sebagai kapten memang menyulitkan. Tapi kami harus menang," tutur Tata kemarin.
Higuain memang sedang trengginas. Sebelas gol sudah dilesakkan pemain berusia 27 tahun itu buat Napoli di semua laga. Yakni Serie A maupun Europa League.
Kartu as lain dari Tata adalah Paulo Dybala. Dybala sejauh ini menjadi top skor buat Juventus dengan lima gol dari tujuh laga. Selain masih muda, 22 tahun, Dybala punya kemampuan dribel ciamik.
Sementara itu, pelatih Brasil Dunga yakin jika timnya bisa memetik poin di Buenos Aires. Kondisi lini depan Argentina yang ompong akan dieksplorasi dengan semaksimal mungkin.
Dunga merasa lebih konfiden dengan kehadiran David Luiz serta Neymar. Luiz sempat absen saat Brasil menang 3-1 atas Venezuela (13/10) lalu. Bek PSG itu sempat menderita cedera hamstring.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
