
Grafis Jawa Pos
JawaPos.com - Kehilangan enam pilar skuad utama secara teknis bakal mengganggu penerapan strategi yang sudah disiapkan pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman.
Tetapi, klub yang berjuluk Maung Bandung tersebut masih diunggulkan dalam leg pertama babak semifinal Piala Presiden 2015.
Enam pemain yang dimaksud adalah dua bek regular Persib Ahmad Jufriyanto, dan Vladimir Vujovic, gelandang petarung Hariono serta dua amunisi lini depan mereka Ilija Spasojevic-Zulham Zamrun. Adapun M. Ridwan masih masih dalam tahap pemulihan pasca cedera.
Tantangan besar sudah tentu akan menghadang Atep Rizal dkk dalam lawatan mereka ke Stadin Aji Imbut, Tenggarong saat menghadapi Mitra Kukar nanti malam (Siaran Langsung Indosiar pukul 18.00 WIB).
Bermodal nama besar Maung Bandung, Djanur-sapaan karib Djadjang Nurdjaman-menyebutkan bahwa dirinya berusaha untuk percaya kepada semua pemainnya.
"Pemain pelapis kami kualitasnya tidak jauh dari mereka yang absen," sebut Djanur saat dihubungi Jawa Pos Sabtu (3/10).
Lini depan Persib memang cukup mengkhawtirkan tanpa pilar utama mereka tersebut. Wajar, karena bagian besar jumlah gol Persib dicetak Spasojevic, Vujovic dan Zulham. Total 12 gol dari 14 gol disumbangkan ketiga pemain tersebut, adapun Zulham menjadi topskor sementara tim dengan enam golnya.
Catatan itu harus menjadi fokus Djanur dan tim pelatih Persib lainnya untuk memaksimalkan skuad yang ada. Tantan, penyerang bertenaga kuda Persib menjadi andalan untuk memecahkan masalah lini depan yang bakal menghantui tersebut.
"Kami tidak mengisntruksikan kepada pemain untuk cetak gol, siapapun dia, termasuk Tantan," tegasnya.
Selain itu, head-to-head Djanur dengan pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra kurang menguntungkan Maung Bandung. Dua kali pertemuan musim lalu, Djanur selalu kalah membawa Persib menghadapi Jafri yang saat itu membesut Semen Padang. Capaian tersebut secara detail tidak bisa dibandingkan.
Hanya saja, skuad utama Mitra Kukar sekarang diisi sebagian besar pemain pinjaman dari Semen Padang.
"Chemistry itu yang jadi modal berharga saya dengan pemain untuk menerapkan setiap strategi," ujar Jafri.
Melihat kondisi tersebut, Djanur menyatakan bahwa dirinya tidak melihat sejarah tersebut sebagai beban.
"Memang betul kata orang saya juga kurang beruntung lawan Jafri," timpalnya. Tetapi mantan legenda Persib itu paham betul untuk memaknai konsep kemenangan yang diupayakan timnya.
"Yang ada, itu menjadi cambuk buat kami untuk terus berbenah," sebutnya. Disisi lain, Suwanto, Direktur Operasional Mitra Kukar menilai bahwa kecermatan manajemen Naga Mekes untuk merekrut Jafri sejauh ini berbuah manis.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
