Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2020 | 03.39 WIB

Survei: Dua Pertiga Sponsor Masih Ragu Lanjutkan Kerjasama Olimpiade

Philip FONG/AFP TAMBAH BIAYA: Para pekerja mengebut penyelesaian sebuah bangunan di kompleks Stadion Nasional Tokyo (27/3). Karena ditunda, biaya penyelenggaraan Olimpiade 2020 melonjak tajam. - Image

Philip FONG/AFP TAMBAH BIAYA: Para pekerja mengebut penyelesaian sebuah bangunan di kompleks Stadion Nasional Tokyo (27/3). Karena ditunda, biaya penyelenggaraan Olimpiade 2020 melonjak tajam.

JawaPos.com - Ditundanya Olimliade Tokyo ke tahun depan berdampak pada keraguan para sponsor untuk mendukung pesta olahraga terbesar itu.

Menurut survei terbaru, sebanyak dua pertiga sponsor Olimpiade Tokyo 2020 belum memutuskan apakah akan melanjutkan kerjasama atau tidak.

Lembaga penyiaran publik Jepang NHK mengungkapkan bahwa sebanyak 65 persen sponsor yang disurvei mengatakan mereka belum memutuskan apakah akan memperpanjang dukungan finansial setahun lagi.

Menurut NHK, beberapa perusahaan menyuarakan keprihatinan bahwa aktivitas promosi mereka seputar Olimpiade mungkin dibatasi karena tindakan pengurangan kerumunan yang diterapkan untuk melawan virus korona baru.

Mereka juga khawatir Olimpiade bisa dibatalkan sama sekali, dengan banyaknya pejabat senior Olimpiade mengatakan Olimpiade Tokyo harus dilaksanakan tahun depan atau tidak sama sekali.

Banyak juga yang mengatakan mereka belum memutuskan untuk memperpanjang sponsorship. Sebab, mereka belum membuka negosiasi dengan penyelenggara.

Lebih dari dua pertiga (68 persen) responden mengatakan bahwa virus korona telah merusak situasi finansial mereka sendiri. Sementara itu, penyelenggara Olimpiade harus mendanai penundaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Penyelenggara Tokyo 2020 telah menolak untuk memberi label harga pada biaya tambahan penundaan Olimpiade selama setahun. Namun Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah menyisihkan USD 800 juta.

Menurut anggaran terbaru, Olimpiade akan memakan biaya USD 12,6 miliar yang terbagi antara komite penyelenggara, pemerintah Jepang, dan Kota Tokyo.

Sponsor "Emas" Tokyo 2020 termasuk nama-nama perusahaan Jepang seperti Canon, NEC, dan Asahi Breweries. Sementara raksana otomotif Toyota adalah sponsor Olimpiade secara global.

Menurut versi terbaru anggaran Tokyo 2020, sponsorship lokal akan mendatangkan USD 3,3 miliar, lebih dari setengah keuntungan yang diproyeksikan USD 5,9 miliar.

Sejak penundaan, para pejabat telah menekankan perlunya merampingkan Olimpiade, baik dalam biaya maupun organisasi.

“Kami masih mencari cara untuk menyederhanakan organisasi Olimpiade, bagaimana kita mengurangi kerumitan Olimpiade, bagaimana kita bisa menghemat biaya untuk Olimpiade yang tertunda ini,” kata Presiden IOC Thomas Bach.

Kepala eksekutif Tokyo 2020 Toshiro Muto mengatakan terdapat 200 proposal di meja untuk menyederhanakan Olimpiade. Tapi dia menolak untuk memberi rincian lebih jauh. Untuk surveinya, NHK mensurvei 78 sponsor Olimpiade dan Paralimpiade. Mereka menerima tanggapan dari 57 sponsor.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore