
Indonesia
JawaPos.com - PB Perpani sudah resmi mencoret dua atlet nomor satu Indonesia pada nomor recurve Riau Ega Agatha Salsabila dan Diananda Choirunnisa dari pelatnas Olimpiade Tokyo 2020. Satu lagi atlet yang dikeluarkan adalah Asiefa Nur Haenza.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto angkat bicara.
Menurut Gatot, Kemenpora tak akan mencampuri terlalu banyak soal keputusan pencoretan nama atlet dari pelatnas. Sebab, itu sepenuhnya menjadi wewenang setiap induk cabang olahraga.
“Ya, kami sudah dilapori sebelum keputusan itu keluar. Kami juga sudah meminta untuk mereka duduk bareng. Tapi keputusan final seperti itu haknya mereka,” ucap Gatot seperti dikutip dari Antara.
Kondisi seperti itu, kata dia, merupakan suatu hal yang wajar. Sama halnya dengan sepak bola yang menerapkan sistem promosi-degradasi. Tidak hanya demi menjaga keseimbangan persaingan di dalam tim, tetapi juga bisa sebagai alat untuk mendisiplinkan atletnya.
Kemenpora, kata Gatot, juga mempersilakan pengurus untuk mencari atlet pengganti. Walaupun, nama-nama atlet yang telah disetujui untuk mendapatkan fasilitas pelatnas, sudah tercantum dalam dalam nota kesepahaman (MoU) antara induk organisasi dan Kemenpora.
“Atlet pengganti itu haknya cabor. Pergantian atlet (namanya siapa) nanti bisa dilaporkan pada saat laporan LPJ-nya,” ucap Gatot.
PB Perpani sebelumnya telah memutuskan untuk mencoret nama Riau Ega, Diananda, dan Asiefa dari skuad pelatnas Olimpiade Tokyo. Mereka dianggap telah melanggar aturan federasi.
Ketua Bidang Hukum PB Perpani Ikhsan Ingratubun mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena Riau Ega ingin mendatangkan pelatih sendiri dari Jawa Timur.
Padahal, PB Perpani sudah menyeleksi tiga pelatih yang akan menangani tim pelatnas untuk Olimpiade Tokyo 2020.
Riau Ega dan Diananda merupakan atlet panahan andalan Indonesia untuk nomor recurve. Mereka berhasil menyumbangkan dua tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. Riau Ega dan Diananda lolos ke Olimpiade setelah tampil pada Kejuaraan Dunia 2019 di 's-Hertogenbosch, Belanda.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
