Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 April 2020 | 14.41 WIB

Jepang Krisis, Penyelenggara Pesimistis Olimpiade Bisa Tepat Waktu

The Olympic rings are seen at Tokyo - Image

The Olympic rings are seen at Tokyo

JawaPos.com – Meski Olimpiade Tokyo 2020 sudah ditunda hingga tahun depan, ternyata pihak penyelenggara masih pesimistis ajang tersebut bisa digelar tepat waktu.

Chief Executive Officer (CEO) Olimpiade Tokyo Toshiro Muto mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan kemarin (11/4). Dia menyebut belum satu pun pihak yang berani menjamin multievent itu pasti terselenggara Juli tahun depan.

Komentar tersebut dikeluarkan Muto berdasar kondisi terakhir Jepang yang masih krisis digempur pandemi Covid-19. Sampai berita ini ditulis tadi malam, negara tersebut sudah mengumumkan lebih dari 6.000 kasus positif Covid-19. Angka kematiannya juga cukup tinggi. Mencapai 100 orang.

Pekan ini Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sudah memberlakukan status darurat bencana di negara tersebut. Itu artinya, aktivitas seluruh masyarakat Jepang dibatasi demi menekan persebaran virus SARS-CoV-2.

Pemerintah setempat juga makin gencar melakukan langkah-langkah preventif. Kebijakan itu diambil lantaran Jepang adalah salah satu negara yang sangat rentan mengalami lonjakan jumlah kasus penularan virus korona. Hal itu tak lain karena negara tersebut tercatat memiliki populasi masyarakat tertua di dunia.

Sebesar 28 persen dari 124 juta penduduk Jepang berusia lebih dari 65 tahun. Sebagaimana diketahui, virus korona baru lebih rentan menyerang perempuan atau laki-laki berusia lanjut atau lansia. Sebab, kelompok umur tersebut tidak memiliki imunitas yang kuat.

’’Tidak ada satu pun saat ini yang bisa mengatakan Olimpiade dalam kondisi terkontrol untuk bisa terlaksana pada Juli tahun depan,’’ ucap Muto. ’’Saat ini kami tidak memiliki kapasitas untuk memberikan jawaban yang jelas,’’ tambahnya dilansir ESPN.

Bulan lalu Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Panitia Olimpiade Tokyo 2020 baru mengeluarkan keputusan bersama. Mereka menyatakan Olimpiade dan Paralimpiade harus ditunda sampai tahun depan karena pandemi Covid-19.

Jadwal baru yang disepakati adalah Olimpiade dibuka pada 23 Juli 2021. Sementara itu, Paralimpiade digelar pada 24 Agustus 2021.

Sebelum keputusan tersebut keluar, pemerintah Jepang dan IOC menunjukkan gelagat kengototan untuk tetap menyelenggarakan Olimpiade tahun ini. Yakni, start pada 24 Juli. Keinginan itu akhirnya pupus lantaran mereka mendapat tekanan berbagai pihak internasional.

Setelah Olimpiade ditunda, Abe dan pemerintah Jepang langsung dikritik keras oleh partai oposisi di parlemen karena dianggap menutupi data yang sebenarnya tentang penularan Covid-19. Mereka menuduh Abe lebih mengutamakan penyelenggaraan Olimpiade ketimbang keselamatan rakyat dan seluruh pihak yang terlibat.

Saat ditanya apakah ada alternatif lain yang disiapkan untuk Olimpiade mendatang, Muto hanya meminta semua pihak bersatu dan mendukung penuh para ahli agar segera menemukan langkah-langkah terbaik untuk menghentikan sebaran Covid-19.

’’Daripada membicarakan alternatif, lebih baik saat ini kita fokus bekerja sesuai rencana. Ini juga saatnya semua umat manusia bersatu untuk menemukan teknologi, pengobatan, maupun vaksin terbaik,’’ jelasnya.

Muto juga enggan menyebut angka kalkulasi kerugian Jepang akibat penundaan Olimpiade ini. Tapi, beberapa media sudah mengeluarkan perkiraan sendiri yang angkanya mencapai USD 2 miliar (Rp 31 triliun) hingga USD 6 miliar (Rp 94 triliun).

Menanggapi berita itu, Muto menyebut pihak panitia sudah mengasuransikan kegiatan tersebut.

’’Masalahnya adalah apakah penundaan ini masuk dalam kategori biaya yang ter-cover dalam asuransi tersebut? Itu yang masih dipelajari,’’ ucapnya.

Api Olimpiade saat ini juga sudah tidak ditampilkan di muka umum. Kali terakhir obor tersebut dipertontonkan di wilayah Fukushima. Rencananya, kelompok pelari estafet yang mengarak obor tersebut memulainya dari prefektur paling parah terdampak bencana nuklir 2011 silam itu.

Muto menyebut api Olimpiade saat ini berada dalam perindungan penuh panitia dan pihaknya sedang menunggu waktu yang tepat untuk kembali memajangnya di depan umum.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore